Kekalahan Beruntun Paksa Chelsea Ambil Langkah Tegas, Liam Rosenior Terancam Kompensasi Rp500 Miliar

Masa depan Liam Rosenior di Chelsea akhirnya berakhir setelah hasil buruk terus menumpuk dan tekanan dari dalam klub semakin besar. Lima kekalahan beruntun di kompetisi domestik membuat manajemen mengambil keputusan cepat, dengan dampak langsung pada posisi klub di klasemen Liga Inggris.

Pemecatan itu datang setelah Chelsea kalah 0-3 dari Brighton & Hove Albion di Amex Stadium. Hasil tersebut bukan hanya memperpanjang periode negatif, tetapi juga membuat The Blues turun ke peringkat tujuh klasemen sementara Liga Inggris.

Keputusan cepat di tengah tren negatif

Chelsea menilai performa tim dalam beberapa laga terakhir sudah tidak mencerminkan standar yang diharapkan. Situasi itu membuat evaluasi internal berjalan lebih cepat karena rentetan hasil buruk terus terjadi tanpa tanda perbaikan yang berarti.

Tekanan terhadap Rosenior meningkat seiring kekalahan yang datang beruntun. Dalam kondisi seperti itu, manajemen melihat perubahan di kursi pelatih sebagai langkah yang harus segera diambil agar situasi tidak semakin memburuk.

Kontrak panjang tidak cukup menyelamatkan posisinya

Rosenior sebenarnya baru bergabung pada Januari lalu dan langsung mendapat kontrak jangka panjang hingga 2032. Namun, masa kerja yang panjang tidak memberi perlindungan ketika hasil di lapangan jatuh dalam waktu singkat.

Berdasarkan rincian kontrak, mantan pelatih Strasbourg itu menerima gaji 4 juta paun per musim. Dari sisa durasi kontraknya, nilai kompensasi yang berpotensi diterima mencapai 24 juta paun atau sekitar Rp 500 miliar.

Meski demikian, jumlah itu disebut tidak akan dibayarkan sepenuhnya. Ada klausul khusus dalam proses kepindahannya dari Strasbourg yang ikut memengaruhi besaran akhir kompensasi.

Chelsea mulai menata langkah berikutnya

Setelah melepas Rosenior, Chelsea menunjuk asisten pelatih Calum McFarlane untuk menangani tim hingga musim ini selesai. Penunjukan sementara ini dilakukan agar tim tetap memiliki kendali teknis selama masa transisi.

Di saat yang sama, klub juga mulai menyiapkan pencarian manajer permanen untuk musim depan. Langkah tersebut menunjukkan Chelsea ingin segera membangun ulang arah tim setelah hasil buruk mengganggu perjalanan mereka di liga.

Bagi Chelsea, pemecatan Rosenior menjadi upaya untuk menghentikan penurunan performa secepat mungkin. Fokus berikutnya kini tertuju pada stabilisasi tim bersama Calum McFarlane sambil menunggu keputusan soal pelatih baru secara permanen.

Baca Juga

Back to top button