Bagi pengendara yang kerap melintas di kawasan Harmoni hingga Mangga Besar, perubahan arus lalu lintas di sekitar simpul ini akan terus terasa karena pekerjaan MRT Jakarta Fase 2 masih berjalan. Jalur menuju Kota menjadi salah satu titik yang paling terdampak, termasuk akses ke Hasyim Ashari dan Monas, sehingga pengguna jalan perlu menyesuaikan rute sejak sekarang.
PT MRT Jakarta memperpanjang manajemen rekayasa lalu lintas tahap 3.2 di kawasan Harmoni hingga 24 Mei 2026. Perpanjangan ini dibuat karena pekerjaan di lapangan belum selesai, termasuk penggalian, pembangunan stasiun, kanal underpass, dan entrance stasiun MRT.
Dalam tahap 3.2, kendaraan yang menuju Jalan Hasyim Ashari dan arah Kota dialihkan lewat skema contra flow di Jalan Hayam Wuruk. Pengaturan itu memakai dua lajur untuk menampung arus kendaraan yang melintas, sementara arus dari Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tetap berjalan seperti biasa dengan tiga lajur.
Setelah masa itu berakhir, pola baru akan diterapkan mulai 25 Mei 2026 sampai 27 September 2026. Pada tahap 4.1, kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir H Juanda yang hendak menuju Jalan Hasyim Ashari serta arah Kota akan diarahkan melalui Jalan Gajah Mada.
Perubahan di Gajah Mada dan Hayam Wuruk
Ruas Jalan Gajah Mada akan disiapkan dengan dua lajur kendaraan untuk mendukung pengalihan arus tersebut. Perubahan penting lain terjadi setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari, karena ruas Jalan Gajah Mada yang sebelumnya dua arah akan diubah menjadi satu arah menuju Kota.
Untuk kendaraan yang menuju Kota, jalur pengalihan tetap memakai Jalan Hayam Wuruk. Di ruas ini, arus akan diatur dengan skema contra flow satu lajur, sedangkan arah Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tidak mengalami perubahan.
Skema itu disiapkan agar ruang kerja konstruksi tetap tersedia tanpa memutus pergerakan kendaraan di kawasan padat. Area Harmoni dan Mangga Besar memang menjadi titik penting karena proyek MRT Fase 2 mencakup pembangunan stasiun bawah tanah dan terowongan di lokasi tersebut.
Dokumentasi proyek menunjukkan bahwa pekerjaan MRT Fase 2A CP 203 mencakup rute Mangga Besar-Glodok-Kota sepanjang 1,44 kilometer. Karena pengerjaan berlangsung bertahap, pengaturan lalu lintas juga harus mengikuti perkembangan konstruksi di lapangan.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, meminta masyarakat memahami kondisi ini selama proyek berjalan. Ia juga mengharapkan dukungan pengguna jalan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berlangsung dengan baik.
Pengendara yang datang dari Majapahit, Suryopranoto, dan Ir H Juanda perlu lebih cermat membaca arah baru menuju Hasyim Ashari dan Kota. Ruas setelah pertigaan Hasyim Ashari juga tidak lagi melayani dua arah, sehingga penyesuaian kecepatan dan kewaspadaan menjadi penting saat melintas.
Bagi pengguna jalan dan angkutan umum, rambu lalu lintas serta arahan petugas perlu benar-benar diperhatikan. Dengan rekayasa yang akan berlaku hingga akhir September pada tahap berikutnya, kawasan Harmoni-Mangga Besar masih menjadi area yang memerlukan perhatian ekstra.
Source: otomotif.kompas.com




