Dua nama Indonesia kembali menjadi sorotan di panggung olahraga internasional, tetapi lewat jalur yang sangat berbeda. Megawati Hangestri memastikan langkahnya menuju Liga Voli Korea, sementara Veda Ega Pratama merangsek ke lima besar klasemen sementara Moto3 2026 setelah tampil kuat di GP Prancis.
Keduanya menunjukkan satu benang merah yang sama, yakni konsistensi atlet Indonesia di level tinggi. Satu datang dari kepastian di dunia voli, satu lagi dari hasil balap yang lahir dari situasi lintasan yang tidak mudah.
Megawati kembali menguatkan Hyundai Hillstate
Kabar paling tegas datang dari kubu Hyundai Hillstate. Pelatih Kang Sung-hyung menyebut Megawati akan memperkuat tim pada musim 2026-2027.
Pernyataan itu muncul setelah Kang dan Megawati bertemu di Indonesia pada 25 April 2026 usai Grand Final Proliga 2026. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kondisi cedera lutut Megawati dan peluangnya kembali tampil di V-League Korea Selatan.
Kang menilai kondisi fisik pemain asal Indonesia itu cukup baik. Ia juga melihat adanya motivasi kuat dari Megawati untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Bahkan, Kang menyebut dirinya tidak melihat masalah fisik yang signifikan saat bertemu langsung. Ia juga menegaskan bahwa kabar soal cedera Megawati tidak separah yang ramai diberitakan.
Bagi Hyundai Hillstate, kehadiran Megawati jelas menjadi tambahan penting. Kang menilai Megawati punya peluang tampil sepanjang musim selama mampu menjaga kondisi selama masa libur kompetisi.
Veda Ega menembus lima besar Moto3 2026
Dari lintasan balap, Veda Ega Pratama memberi kabar yang tak kalah menarik. Pembalap Honda Team Asia itu finis keempat di GP Prancis yang digelar di Sirkuit Bugatti, Le Mans.
Hasil tersebut membuatnya meraih tambahan 13 poin dan langsung naik ke peringkat lima klasemen sementara Moto3 2026. Pencapaian itu terasa bernilai besar karena jalannya balapan tidak berlangsung mulus sejak awal.
Veda sempat turun hingga posisi ke-14 pada fase awal lomba. Start dari posisi keenam juga tidak memberi jalan yang mudah, sehingga ia harus terus bekerja untuk memperbaiki tempatnya.
Balapan di Le Mans berlangsung dalam kondisi sulit karena trek basah. Lomba juga dipangkas menjadi 13 lap, sehingga setiap momen terasa krusial.
Situasi semakin panas setelah kecelakaan Brian Uriarte dan David Muñoz memunculkan bendera kuning di sektor pertama. Di tengah kondisi seperti itu, Veda tetap konsisten hingga nyaris mengamankan podium.
Wakil Indonesia lain ikut mencuri perhatian
Sorotan terhadap dua nama itu muncul beriringan dengan kabar lain dari arena balap. Marc Marquez mengalami retak pada tulang metatarsal kelima kaki kanan dan harus menepi, termasuk untuk balapan utama MotoGP Prancis.
Dari ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 di Le Mans, Muhammad Kiandra Ramadhipa juga membawa hasil positif. Ia finis keenam setelah memulai balapan dari posisi 14.
Di luar balap dan voli, Hammer Fight Series 3 ikut menarik perhatian setelah memecahkan dua rekor MURI sekaligus di Jakarta. Ajang itu mencatat lebih dari 125 partai kombat dalam satu hari dan menghadirkan sabuk terbanyak dalam satu kompetisi.
Deretan kabar tersebut memperlihatkan bahwa atlet Indonesia terus hadir di panggung besar dengan cerita yang beragam. Megawati memberi kepastian soal masa depannya di Korea, sementara Veda membuktikan bahwa start sulit pun masih bisa berubah menjadi hasil yang mengantar ke lima besar Moto3 2026.
Source: www.viva.co.id