Jemaah Haji Jatim Terlihat Lebih Siap, Kursi Roda Di Kloter Awal Menurun Tajam

Ketersediaan kursi roda di setiap kloter menjadi salah satu penanda paling mudah untuk melihat perubahan pola keberangkatan calon jemaah haji asal Jawa Timur tahun ini. Di Embarkasi Surabaya, jumlah jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas itu tercatat menurun cukup tajam, dan situasi tersebut menunjukkan kondisi fisik para jemaah terlihat lebih siap saat memasuki tahap pemberangkatan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As’adul Anam, menyebut penurunan itu sebagai dampak langsung dari screening kesehatan yang lebih ketat. Jika pada tahun lalu satu kloter bisa membawa lebih dari 24 kursi roda, maka tahun ini kebutuhan tertinggi hanya sekitar 10 jemaah per kloter, bahkan ada kloter yang cukup dengan enam atau tujuh kursi roda.

Penyaringan kesehatan dibuat lebih selektif

Perubahan itu tidak lepas dari kebijakan pemeriksaan yang lebih berhati-hati. Anam menegaskan bahwa jemaah dengan penyakit permanen tidak lagi dipaksakan berangkat, sehingga kuota mereka dapat dialihkan kepada anggota keluarga lain yang dinilai lebih sehat.

Kebijakan tersebut membuat komposisi jemaah yang lolos pemberangkatan menjadi lebih kuat secara fisik. Dari sisi layanan, langkah ini juga membantu menekan risiko sejak awal, sebelum jemaah masuk ke rangkaian pelayanan haji berikutnya.

Layanan diarahkan ke kelompok yang paling membutuhkan

Selain pengetatan screening, Embarkasi Surabaya juga membawa pendekatan layanan yang lebih ramah bagi kelompok rentan. Tagline yang digunakan mencakup ramah lansia, ramah disabilitas, dan ramah perempuan, dengan tujuan agar kebutuhan jemaah yang beragam bisa ditangani lebih tepat.

Anam menjelaskan bahwa layanan untuk jemaah disabilitas sudah dilengkapi dengan dukungan bagi lansia, baik di embarkasi maupun di Arab Saudi. Di sisi lain, jemaah perempuan juga mendapat perhatian lebih besar dalam peran pembimbing, dengan komposisi lebih dari 30 persen di Jawa Timur.

Data awal pemberangkatan ikut menguatkan tren itu

Hingga Kamis (23/4/2026), PPIH Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan tujuh kloter dengan total 2.660 jemaah. Angka tersebut menunjukkan proses keberangkatan berjalan bertahap seiring jadwal yang terus bergulir.

Dari lapangan, berkurangnya penggunaan kursi roda di kloter-kloter awal menjadi tanda yang paling mudah dilihat. Kondisi itu memperkuat kesan bahwa jemaah asal Jawa Timur tahun ini memang lebih bugar ketika berangkat.

Dampaknya terasa pada kesiapan ibadah

Kesiapan fisik menjadi penting karena ibadah haji menuntut stamina yang tinggi. Semakin sedikit jemaah dengan kendala kesehatan berat, semakin besar peluang pelayanan berlangsung lebih lancar saat pemberangkatan maupun selama pelaksanaan ibadah.

Karena itu, pemeriksaan yang lebih selektif tidak hanya berfungsi sebagai filter administratif, tetapi juga sebagai upaya memastikan jemaah yang berangkat benar-benar berada dalam kondisi yang memungkinkan. Dalam konteks ini, berkurangnya kursi roda bukan sekadar data teknis, melainkan penanda bahwa tahap awal seleksi memberi pengaruh nyata terhadap kualitas perjalanan ibadah jemaah asal Jawa Timur.

Source: www.detik.com

Baca Juga

Back to top button