Di tengah ramainya aktivitas komunitas otomotif, Komunitas Jeep PERIKHSA 4X4 mendapat sorotan bukan karena sekadar hobi off road, melainkan karena nilai kebersamaan yang dianggap punya makna lebih luas. Bambang Soesatyo atau Bamsoet melihat komunitas seperti ini sebagai ruang yang bisa ikut menumbuhkan rasa nasionalisme lewat disiplin, kesiapsiagaan, dan solidaritas anggotanya.
Pandangan itu muncul dari karakter off road yang menuntut fisik kuat, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat saat menghadapi medan sulit. Dalam keterangan tertulis, Bamsoet menegaskan bahwa semangat bela negara tidak selalu hadir dalam bentuk seremoni, karena nilai kebangsaan juga bisa tumbuh dari aktivitas harian yang membentuk karakter.
Hobi yang Punya Fungsi Sosial
Bamsoet menilai nasionalisme di era modern tidak harus selalu ditampilkan lewat atribut kenegaraan. Ia menekankan bahwa komunitas yang memiliki struktur, disiplin, dan rasa saling percaya justru dapat menjadi tempat tumbuhnya semangat kebangsaan yang nyata.
Komunitas Jeep PERIKHSA 4X4 disebut sebagai contoh bagaimana hobi otomotif dapat berubah menjadi wadah penanaman nilai bela negara. Off road dipandang bukan hanya soal menembus jalur berat, tetapi juga latihan mental untuk membaca situasi dan bergerak sebagai satu tim.
Pernyataan itu disampaikan seusai pelepasan Riding Komunitas Jeep 4X4 di Parle Senayan, Jakarta. Kehadiran kegiatan tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan antaranggota dan menunjukkan bahwa hobi bisa berkembang menjadi ruang sosial yang lebih luas.
Kesiapsiagaan Saat Bencana
Bamsoet juga menyoroti peran komunitas off road ketika kondisi darurat terjadi di masyarakat. Ia merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI atau BNPB yang mencatat lebih dari 3.000 kejadian bencana sepanjang 2025, dengan dominasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Dalam situasi seperti itu, kendaraan 4X4 dinilai memiliki fungsi penting karena mampu menjangkau medan yang sulit ditembus kendaraan biasa. Bamsoet menyebut komunitas off road di Indonesia pernah ikut membantu evakuasi dan distribusi logistik di daerah terpencil saat keadaan darurat.
Dari pengalaman tersebut, ia memandang komunitas hobi dapat menjadi infrastruktur sosial nonformal yang berguna ketika negara menghadapi bencana. Kekompakan anggota, kemampuan bermobilitas, dan jaringan yang dekat menjadi modal yang relevan untuk mendukung penanganan di lapangan.
Ketahanan Nasional Membutuhkan Partisipasi Warga
Menurut Bamsoet, tantangan ketahanan nasional kini tidak lagi sederhana karena tidak hanya datang dari persoalan fisik. Ancaman siber, disinformasi, dan potensi konflik sosial berbasis identitas juga disebut ikut memperberat keadaan yang harus dihadapi bangsa.
Karena itulah, ia menilai negara tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga ketahanan nasional. Keterlibatan masyarakat sipil yang punya organisasi kuat dan kapasitas nyata di lapangan diperlukan agar respons terhadap ancaman bisa berlangsung lebih cepat dan lebih tepat.
Dalam konteks tersebut, komunitas seperti PERIKHSA dipandang berpeluang menjadi bagian dari solusi. Disiplin anggota, jaringan yang solid, dan mobilitas kendaraan 4X4 dianggap sebagai kombinasi yang mendukung ketahanan sosial di tingkat komunitas.
Brotherhood sebagai Modal Bersama
Bamsoet juga menyinggung pentingnya semangat brotherhood yang tumbuh dalam komunitas otomotif maupun olahraga menembak. Ia melihat ikatan antarpersonel seperti itu sebagai modal sosial yang membantu menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa anggota PERIKHSA adalah warga negara yang terlatih dan perlu siap berada di garda terdepan bersama masyarakat bila ancaman datang. Sikap siaga itu, menurut Bamsoet, penting bukan hanya untuk menghadapi soal dari luar, tetapi juga tantangan dari dalam negeri.
Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Dewan Penasehat PERIKHSA 4X4 Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Presiden PERIKHSA 4X4 Malik Bawazier, serta sejumlah anggota komunitas lainnya. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa komunitas Jeep tidak berhenti pada urusan otomotif, tetapi juga membawa peran sosial yang terkait dengan solidaritas, kesiapsiagaan, dan kontribusi bagi masyarakat.





