Langkah Jawa Tengah menyiapkan bus listrik untuk Trans Jateng tidak hanya menyentuh urusan armada baru. Di balik rencana itu, pemerintah daerah sedang membuka jalan bagi terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas, termasuk peluang investasi dan kesiapan industri pendukungnya.
Arah kebijakan ini membuat Trans Jateng tampil sebagai proyek transportasi publik yang punya dampak lebih besar dari sekadar melayani penumpang. Jika persiapan infrastruktur dan pengelolaannya berjalan seiring, layanan ini dapat menjadi contoh awal bagaimana kendaraan listrik masuk ke sistem transportasi daerah secara lebih terukur.
Dua skema, satu target modernisasi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan pengadaan bus listrik melalui dua opsi pengembangan layanan. Opsi itu adalah pembukaan koridor baru Temanggung–Magelang atau peremajaan koridor Bawen–Semarang.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut penggunaan bus listrik belum diputuskan untuk koridor mana. Pemerintah masih mengkaji mana yang lebih tepat, apakah armada listrik lebih dulu ditempatkan di koridor baru atau pada layanan yang sudah berjalan.
Rencana tersebut masuk dalam perencanaan tahun 2027. Untuk masing-masing skema, pemerintah menyiapkan 14 unit bus listrik.
Infrastruktur jadi titik penentu
Di balik rencana pengadaan armada, perhatian utama masih tertuju pada infrastruktur pendukung. Salah satu yang paling krusial adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.
Arief menegaskan kebutuhan fasilitas itu harus dibicarakan lebih dulu dengan penyedia. Pemerintah daerah juga masih mengkaji skema pengelolaannya, apakah fasilitas tersebut akan dimiliki langsung atau dijalankan melalui kerja sama dengan pihak penyedia.
Pembahasan itu penting karena operasional bus listrik tidak bisa berdiri sendiri. Armada baru memerlukan dukungan fasilitas yang jelas agar layanan berjalan stabil.
Jawa Tengah mulai dilihat sebagai pasar EV
Di saat pemerintah daerah menyiapkan layanan, industri kendaraan listrik juga mulai melirik Jawa Tengah. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk menilai provinsi ini punya posisi strategis untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.
Komisaris Utama VKTR, Anindya N. Bakrie, menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk membangun rantai pasok industri kendaraan listrik yang terintegrasi. Ia menyoroti kesiapan supply chain, terutama industri karoseri, sebagai modal penting untuk pengembangan ekosistem tersebut.
Pandangan itu disampaikan dalam Central Java Business Investment Forum 2026 di Ballroom Hotel PO, Kota Semarang. Dalam forum itu, Anindya juga menekankan perlunya dukungan pemerintah daerah agar ekosistem kendaraan listrik komersial bisa tumbuh berkelanjutan dari Indonesia untuk Indonesia.
Dampak yang lebih luas dari layanan bus
Rencana bus listrik Trans Jateng menempatkan transportasi publik Jawa Tengah pada jalur modernisasi yang lebih bersih. Pada saat yang sama, langkah ini memberi sinyal bahwa daerah tersebut sedang diproyeksikan sebagai salah satu ruang tumbuh investasi kendaraan listrik komersial.
Kombinasi antara kebutuhan layanan, kesiapan infrastruktur, dan minat industri membuat proyek ini punya bobot strategis. Trans Jateng tidak lagi hanya dibicarakan sebagai moda angkutan, tetapi juga sebagai titik awal penguatan pasar dan rantai pasok EV di Jawa Tengah.
Source: indoraya.news




