Rencana pembangunan Jawa Tengah untuk sektor pariwisata bergerak ke arah yang lebih terhubung dengan ekonomi lokal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan desa wisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama, dengan target membangun 1.000 desa wisata yang didukung 1.000 kreator konten lokal.
Arah kebijakan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam Musrenbang Provinsi Jateng di Grhadhika Bhakti Praja, Selasa (28/4). Dalam forum itu, fokus pembangunan 2027 diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui konektivitas wilayah dan digitalisasi promosi wisata.
Desa wisata didorong jadi pusat perputaran ekonomi
Pemprov Jateng melihat desa wisata sebagai ruang yang bisa menghidupkan banyak sektor sekaligus. Kehadiran wisatawan dinilai mampu memutar ekonomi warga, membuka pasar bagi produk lokal, dan memperkuat identitas daerah.
Karena itu, target 1.000 desa wisata tidak berdiri sendiri, melainkan disiapkan sebagai bagian dari ekosistem yang saling terhubung. Taj Yasin menyebut pembentukan desa wisata terintegrasi menjadi salah satu sasaran penting dalam rencana tersebut.
“Kita menargetkan pembentukan 1.000 desa wisata yang terintegrasi, didukung 1.000 konten kreator untuk memperkuat daya tarik destinasi,” ujarnya.
Promosi digital jadi penopang utama
Perubahan perilaku wisata membuat promosi digital menjadi unsur yang tidak bisa diabaikan. Dalam skema yang disiapkan Pemprov Jateng, 1.000 kreator lokal akan berperan memperluas jangkauan promosi agar potensi desa wisata lebih cepat dikenal publik.
Kreator lokal juga diposisikan sebagai jembatan antara potensi di lapangan dan minat pasar wisata. Dengan konten yang konsisten, destinasi desa diharapkan tidak hanya ramai secara langsung, tetapi juga kuat di ruang digital tanpa bergantung pada promosi konvensional.
Wisata yang lebih inklusif ikut dirancang
Penguatan destinasi tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan. Pemprov Jateng juga menyusun pariwisata yang lebih inklusif, dengan fasilitas yang diarahkan agar nyaman bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Pendekatan itu disambungkan dengan penguatan ekonomi syariah melalui inisiatif Kecamatan Berdaya. Dengan model tersebut, pembangunan wisata tidak hanya menonjolkan atraksi, tetapi juga kualitas layanan dan akses yang lebih aman bagi masyarakat luas.
Dukungan pusat dan posisi Jateng
Rencana penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai Jawa Tengah memiliki kemandirian fiskal yang kuat dan mampu mendorong ekonomi kreatif tanpa ketergantungan penuh pada dana pusat.
Pandangan itu memperkuat posisi Jateng sebagai daerah yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengembangkan inovasi pembangunan. Dalam konteks pariwisata, modal fiskal dan kreativitas daerah menjadi energi penting untuk memperluas manfaat ekonomi hingga tingkat desa.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga menilai Jawa Tengah berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional. Ia menyebut sinergi kawasan industri, Kawasan Ekonomi Khusus, dan sektor pariwisata bisa memperkuat agenda reindustrialisasi nasional.
Musrenbang libatkan banyak unsur
Musrenbang Jateng untuk 2027 memperlihatkan bahwa perencanaan tidak hanya berasal dari pemerintah provinsi. Forum tersebut juga melibatkan kepala daerah dari 35 kabupaten/kota, serta unsur forum anak dan disabilitas agar proses pembangunan lebih inklusif.
Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan strategi pariwisata Jawa Tengah disusun secara lintas sektor dan lintas kebutuhan. Pemerintah daerah ingin memastikan target desa wisata, promosi digital, dan layanan yang ramah masyarakat berjalan searah dengan kondisi di lapangan.
Dengan arah pembangunan seperti itu, Jawa Tengah menempatkan pariwisata desa bukan sekadar sebagai destinasi kunjungan, tetapi sebagai mesin ekonomi yang bergerak dari desa. Target 1.000 desa wisata, dukungan 1.000 kreator lokal, dan dorongan pada layanan yang inklusif menjadi fondasi untuk memperluas dampak ekonomi bagi warga.
Source: www.rmoljawatengah.id




