Jawa Tengah Masih Tertinggal Dalam Literasi, Nawal Yasin Pasang Target Naik Lagi di Kudus

Peta literasi Jawa Tengah menunjukkan dua wajah yang berbeda. Di satu sisi, provinsi ini masih punya pekerjaan besar untuk menaikkan kegemaran membaca masyarakat, tetapi di sisi lain masih ada ruang kuat untuk mengejar posisi yang pernah dicapai sebelumnya.

Sorotan itu kembali menguat saat Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, berkunjung ke Perpusda Kudus. Dalam kesempatan itu, ia kembali menaruh target agar Jawa Tengah bisa menembus peringkat dua tingkat kegemaran membaca, posisi yang pernah diraih provinsi ini.

Saat ini, Tingkat Kegemaran Membaca Jawa Tengah berada di peringkat 26 nasional dengan skor 57,11. Angka itu menunjukkan bahwa gerakan membaca masih harus digenjot lebih serius agar capaian provinsi bisa naik kembali.

Di saat yang sama, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Jawa Tengah berada di peringkat 11. Posisi ini memberi gambaran bahwa pembangunan literasi masyarakat tidak berada pada titik yang sama dengan kebiasaan membaca, sehingga keduanya memerlukan pendekatan penguatan yang berbeda.

Perbedaan antara dua indikator itu menjadi penting untuk dibaca secara lebih utuh. Tingkat kegemaran membaca menggambarkan kebiasaan masyarakat dalam membaca, sedangkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat menunjukkan gambaran yang lebih luas tentang ekosistem literasi.

Karena itu, target yang disampaikan Nawal tidak sekadar soal peringkat. Target tersebut juga menandai dorongan agar gerakan literasi di daerah kembali bergerak lebih kuat dan tidak berhenti pada capaian yang sudah ada.

Perpusda Kudus sendiri mendapat perhatian dalam konteks itu karena perpustakaan daerah dipandang sebagai ruang penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca. Fungsinya bukan hanya menyimpan buku, tetapi juga menjadi pintu masuk agar masyarakat lebih dekat dengan aktivitas literasi.

Di tingkat daerah, peran seperti ini menjadi semakin relevan. Perpustakaan dapat membantu menghadirkan literasi sebagai kegiatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat, bukan sekadar urusan formal di atas kertas.

Nawal mengingatkan bahwa Jawa Tengah pernah berada di peringkat dua dalam kegemaran membaca. Pengalaman itu menjadi penanda bahwa capaian serupa masih mungkin dikejar kembali jika gerakan literasi di daerah diperkuat secara konsisten.

Kondisi saat ini memang menunjukkan tantangan yang masih besar. Namun, perhatian yang diarahkan ke Perpusda Kudus memberi sinyal bahwa penguatan literasi tetap menjadi agenda serius untuk Jawa Tengah.

Source: zonapasar.com

Baca Juga

Back to top button