Inter Bergerak ke Dua Final, Chivu Mantap Bidik Gelar Ganda Setelah Tekuk Como

Inter Milan sedang berada dalam jalur yang membuat peluang meraih dua trofi musim ini tetap hidup. Kemenangan 3-2 atas Como di semifinal Coppa Italia bukan hanya membawa Inter ke final, tetapi juga menjaga harapan untuk menuntaskan musim dengan koleksi gelar ganda.

Di bawah Cristian Chivu, hasil seperti itu mulai membentuk narasi yang khas. Inter kerap menunjukkan kemampuan bangkit ketika situasi terlihat sulit, dan comeback melawan Como menjadi contoh terbaru dari karakter tersebut.

Pazza Inter kembali muncul

Laga melawan Como memperlihatkan lagi sisi dramatis Inter yang selama ini akrab dengan julukan “Pazza Inter”. Dalam pertandingan itu, Inter sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang.

Pergantian keadaan itu lahir dari dua gol Hakan Calhanoglu dan satu gol penentu Petar Sucic. Menariknya, pola kebangkitan seperti ini baru terjadi lagi dalam rentang 10 hari melawan lawan yang sama.

Cristian Chivu menilai momen seperti itu bukan sesuatu yang umum. Ia menilai tidak banyak tim yang bisa mengulang kebangkitan serupa dalam waktu sesingkat itu, sehingga identitas Inter sebagai tim yang tidak mudah menyerah kembali terlihat jelas.

Kedalaman skuad jadi pembeda

Salah satu hal yang menonjol dari laga tersebut adalah pengaruh para pemain pengganti. Chivu menyoroti Andy Diouf, Petar Sucic, dan Francesco Pio Esposito sebagai sosok yang memberi dampak nyata setelah masuk dari bangku cadangan.

Dalam pernyataannya kepada Sport Mediaset, Chivu menyebut bahwa para pemain pelapis memahami momen pertandingan dengan baik. Ia menegaskan, “Mereka yang datang dari bangku cadangan hari ini memahami momen dan apa yang perlu dilakukan.”

Situasi itu menunjukkan bahwa Inter tidak hanya bertumpu pada pemain inti. Saat jadwal padat menuntut rotasi, kedalaman skuad memberi ruang untuk tetap menjaga intensitas dan respons di lapangan.

Dumfries tetap ikut memberi kontribusi

Nama Denzel Dumfries juga menjadi perhatian dalam pertandingan ini, meski ia tidak turun sebagai starter. Chivu menjelaskan bahwa bek sayap asal Belanda tersebut mengalami masalah tendon, namun tetap menunjukkan keinginan untuk membantu tim.

Kondisi Dumfries memperlihatkan adanya semangat kolektif yang kuat di ruang ganti Inter. Para pemain disebut siap terlibat ketika dibutuhkan, bahkan saat berada dalam kondisi yang tidak sepenuhnya ideal.

Bagi Chivu, hal semacam ini penting karena Inter harus menjaga kekuatan di dua ajang sekaligus. Ketika perebutan gelar memasuki fase krusial, kesiapan setiap pemain bisa ikut menentukan arah musim.

Target ganda masih terbuka

Lolos ke final Coppa Italia membuat Inter kembali masuk ke jalur perebutan trofi. Final akan dimainkan pada 13 Mei dan pemenangnya akan menghadapi Lazio atau Atalanta di Stadion Olimpico.

Di Serie A, posisi Inter juga sangat menguntungkan. Mereka memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin, sehingga peluang untuk menutup musim dengan dua gelar masih terbuka lebar.

Chivu menegaskan bahwa kondisi itu lahir dari kerja keras sepanjang musim. “Kami mendapatkan posisi ini dengan kerja keras, menempatkan diri kami pada posisi yang memungkinkan kami untuk bermimpi,” ujarnya.

Dengan momentum comeback yang terus terjaga, Inter kini dituntut mempertahankan konsistensi pada dua kompetisi sekaligus. Tantangan terbesarnya bukan hanya menang, melainkan menjaga keberanian dan ketenangan saat tekanan perebutan gelar semakin besar.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button