India dan Italia Naikkan Kemitraan Strategis, Bidik Perdagangan 20 Miliar Euro Dalam Tiga Tahun

Target perdagangan India dan Italia kini berada di jalur yang lebih tinggi setelah Narendra Modi dan Giorgia Meloni sama-sama mendorong kerja sama ekonomi mereka ke level baru. Kedua negara menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar euro dalam tiga tahun, naik dari 14 miliar euro saat ini.

Dorongan itu muncul dari pertemuan di Roma yang memperlihatkan dua sisi sekaligus: agenda strategis yang serius dan momen ringan yang cepat mencuri perhatian. Di sela pembahasan ekonomi, muncul cerita soal permen “Melody” yang dibawa Modi serta unggahan video Meloni tentang kunjungan malam ke Colosseum.

Kemitraan dinaikkan ke level baru

Meloni menyebut hubungan India-Italia kini telah naik menjadi “special strategic partnership”. Ia menggambarkannya sebagai capaian tertinggi sejauh ini dalam hubungan bilateral kedua negara.

Peningkatan status itu tidak berhenti pada simbol diplomatik. Roma dan New Delhi memasang target dagang yang jelas sebagai penggerak utama hubungan yang lebih erat.

Italia melihat India sebagai mitra yang makin penting di Asia. Menurut kementerian luar negeri Italia, India kini menjadi mitra dagang terbesar kedua di Asia setelah China.

Peluang ekonomi yang dinilai saling melengkapi

Di mata Roma, ruang pertumbuhan ekonomi antara kedua negara masih sangat besar. India menyumbang 2,1 persen dari ekspor Italia dan 0,9 persen dari impornya.

Meloni menekankan bahwa India dan Italia punya karakter ekonomi yang saling mengisi. Ia merujuk pada dinamika inovatif India, skala ekonominya, dan infrastruktur digitalnya, yang dipandang cocok dengan kekuatan Italia di manufaktur dan industri.

Pernyataan bersama kedua negara juga membuka pintu bagi investasi di banyak sektor. Daftar bidang yang disebut mencakup tekstil, teknologi bersih, semikonduktor, otomotif, energi, pariwisata, farmasi, teknologi medis, teknologi digital, bahan baku kritis, baja, pelabuhan, dan infrastruktur.

Modi menyoroti cakupan kerja sama sipil yang menurutnya masih sangat luas. Ia menyebut kecerdasan buatan, komputasi kuantum, antariksa, dan energi nuklir sebagai area dengan ruang kolaborasi yang “tak terbatas”.

Roma jadi panggung penutup lawatan Modi

Pertemuan di Roma juga punya konteks yang lebih besar bagi diplomasi India. Kunjungan ini berlangsung setelah India dan Uni Eropa menyegel kesepakatan perdagangan bebas pada Januari, yang oleh Modi disebut sebagai “mother of all deals”.

Roma menjadi pemberhentian penutup dari lawatan enam hari Modi ke Uni Emirat Arab dan Eropa. Posisi Italia dalam rangkaian itu memperlihatkan betapa pentingnya Eropa dalam strategi diplomasi dan ekonomi India saat ini.

Kunjungan ke Italia juga tercatat sebagai lawatan bilateral pertama seorang perdana menteri India ke negara itu dalam 26 tahun. Meski begitu, Modi sudah pernah datang ke Italia pada 2021 untuk pertemuan G20 dan kembali pada 2024 untuk KTT G7.

Momen ringan di tengah agenda besar

Di luar pembahasan perdagangan dan kemitraan strategis, pertemuan itu sempat menghadirkan suasana akrab. Meloni mengunggah video di X dan berterima kasih kepada Modi karena membawa sekotak permen “Melody”.

Hadiah itu memunculkan permainan kata dari nama mereka berdua dan membuat momen tersebut mudah menarik perhatian publik. Video itu juga memperlihatkan keduanya tertawa saat permen tersebut diterima.

Selain bertemu Meloni, Modi dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau FAO di Roma. Agenda itu dikaitkan dengan penguatan komitmen India terhadap multilateralisme dan keamanan pangan global.

Baca Juga

Back to top button