Cara Halodoc memperluas layanan kesehatan digital kini tidak lagi bertumpu pada satu aplikasi saja. Asisten AI kesehatan HILDA resmi hadir di WhatsApp, sehingga akses informasi kesehatan bisa mengikuti kebiasaan harian pengguna yang sudah sangat akrab dengan aplikasi pesan instan itu.
Langkah ini muncul di tengah perayaan satu dekade Halodoc dan menegaskan arah baru layanan kesehatan digital yang ingin dibuat lebih dekat, proaktif, serta mudah dijangkau. Perusahaan melihat bahwa kebutuhan pengguna sudah bergeser dari sekadar konsultasi menjadi akses cepat terhadap informasi kesehatan yang praktis kapan saja.
HILDA sendiri bukan nama baru di dalam ekosistem Halodoc. Sejak diluncurkan pada 2025, asisten AI ini sudah digunakan lebih dari 2 juta kali, menunjukkan bahwa masyarakat mulai nyaman memakai layanan kesehatan digital berbasis AI.
Fungsi HILDA cukup beragam untuk kebutuhan harian. Pengguna bisa mencari dokter spesialis yang sesuai, mendapatkan informasi kesehatan sehari-hari, hingga menerima rekomendasi obat dan vitamin.
Pemilihan WhatsApp sebagai saluran baru juga punya alasan yang kuat. Aplikasi tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas harian mayoritas masyarakat Indonesia, sehingga kehadiran HILDA di sana dinilai membuat layanan AI kesehatan terasa lebih dekat dan lebih inklusif.
Di sisi lain, Halodoc juga terus memperkuat posisinya sebagai ekosistem kesehatan digital yang terhubung. Sejak berdiri pada 2016, perusahaan ini berkembang dari platform telekonsultasi menjadi penghubung antara jutaan masyarakat dengan tenaga kesehatan berlisensi, apotek, laboratorium, fasilitas kesehatan, dan mitra industri kesehatan lainnya.
Dalam perayaan ulang tahun ke-10 di Jakarta pada Senin (25/5/2026), Halodoc menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem kesehatan digital dari hulu ke hilir. Integrasi menjadi salah satu cara yang dipilih untuk menghubungkan pasien, tenaga kesehatan, dan mitra ekosistem dalam satu sistem digital.
Chief Operating Officer Halodoc, Alfonsius Timboel, menyampaikan bahwa fokus perusahaan kini bukan hanya menghadirkan layanan kesehatan secara digital. Menurut dia, layanan itu harus semakin proaktif, personal, dan relevan dengan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat yang terus berubah.
Selain memperluas akses HILDA, Halodoc juga memperkenalkan Family Care untuk caregiver keluarga, terutama ibu. Data internal perusahaan menunjukkan sekitar 65% pengguna Halodoc merupakan caregiver keluarga, dan mayoritas di antaranya adalah ibu.
Kondisi itu sejalan dengan Indonesia Health Insights Report 2025. Laporan tersebut menunjukkan 74% ibu di Indonesia mengelola kesehatan tiga anggota keluarga atau lebih, sementara hanya sekitar 17% waktu mereka dialokasikan untuk menjaga kesehatan diri sendiri.
Family Care dirancang agar pengelolaan kesehatan keluarga menjadi lebih praktis dan terintegrasi. Pengguna dapat menambahkan profil terpisah untuk setiap anggota keluarga dalam satu akun, lalu menyimpan rekam medis, riwayat kesehatan, jadwal pemeriksaan, dan kebutuhan perawatan preventif masing-masing anggota.
Dengan susunan layanan seperti itu, Halodoc menempatkan teknologi sebagai alat untuk menyederhanakan pengelolaan kesehatan sehari-hari. Kehadiran HILDA di WhatsApp dan Family Care menunjukkan bahwa perusahaan terus menyesuaikan layanan dengan pola hidup pengguna, tanpa membuat akses kesehatan terasa jauh dari aktivitas yang sudah akrab.
Source: www.idntimes.com




