Pasar BBM nonsubsidi memasuki awal Mei dengan arah yang tidak seragam. Di jaringan SPBU Vivo, perhatian terbesar langsung tertuju pada Diesel Primus yang naik tajam ke Rp 30.890 per liter, sementara Pertamina masih mempertahankan daftar harga yang sama untuk wilayah Jawa dan Bali.
Lonjakan itu terlihat sangat mencolok karena harga Diesel Primus sebelumnya masih berada di Rp 14.610 per liter. Selisih Rp 16.280 per liter membuat produk diesel tersebut menjadi sorotan utama pada pembaruan harga Vivo yang diumumkan pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Perubahan paling besar datang dari Diesel Primus
Pembaruan harga terbaru Vivo disampaikan melalui akun Instagram @spbuvivo. Dari seluruh produk yang tercantum, Diesel Primus menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan besar, sedangkan lini bensin tidak ikut bergerak.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Vivo sempat tidak melakukan penyesuaian harga pada periode April. Begitu memasuki awal Mei, perubahan pada produk diesel langsung terasa jauh lebih tajam bagi konsumen yang memantau harga BBM non-subsidi.
Harga Revvo belum berubah
Di tengah lonjakan Diesel Primus, dua produk bensin Vivo justru tetap stabil. Revvo 92 masih dijual Rp 12.390 per liter, sedangkan Revvo 95 bertahan di Rp 12.930 per liter.
Stabilnya harga dua varian Revvo menunjukkan bahwa penyesuaian di Vivo tidak berjalan merata. Bagi pengguna bensin non-diesel, harga yang berlaku masih sama seperti sebelumnya.
Pertamina belum melakukan pembaruan
Sementara Vivo mencatat perubahan besar, Pertamina hingga awal Mei 2026 belum mengubah harga bahan bakar. Daftar yang berlaku masih mengacu pada tarif terbaru yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk wilayah Jawa dan Bali.
Pertalite tercatat Rp 10.000 per liter, Pertamax Rp 12.300 per liter, dan Pertamax Turbo Rp 19.400 per liter. Untuk produk lainnya, Pertamax Green 95 dipatok Rp 12.900 per liter, Dexlite Rp 23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp 23.900 per liter.
Harga bisa berbeda antarwilayah
Daftar harga tersebut berlaku sebagai acuan di Jawa dan Bali pada 2 Mei 2026. Namun, harga BBM nonsubsidi di daerah lain dapat berbeda karena dipengaruhi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB.
PBBKB ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah, sehingga harga produk yang sama tidak selalu identik di setiap wilayah. Karena itu, konsumen perlu mengecek harga di SPBU masing-masing sebelum membeli BBM.
Pergerakan harga pada awal Mei memperlihatkan kontras yang jelas antara Vivo dan Pertamina. Di satu sisi, Vivo menaikkan Diesel Primus secara tajam, sementara di sisi lain harga Pertamina masih bertahan pada daftar yang sama.





