Harga Rendah VinFast Memanaskan Pasar Motor Listrik, Viper Dibekali GPS dan Dual Baterai LFP

VinFast memilih jalur yang sangat agresif saat bersiap masuk ke pasar motor listrik Indonesia. Bukan hanya membawa satu model, pabrikan asal Vietnam itu langsung menyiapkan empat motor sekaligus dengan harga awal yang dibuat rendah dan bekal fitur yang cukup padat.

Langkah ini membuat kehadiran VinFast menarik untuk dicermati sejak awal. Di saat banyak pemain baru datang perlahan, VinFast justru menyiapkan paket lengkap yang mencakup skuter harian, teknologi penukaran baterai, jaringan dealer, hingga rencana perakitan lokal pada tahap berikutnya.

Empat model dengan karakter berbeda

Empat nama yang disiapkan adalah Flazz, Evo, Feliz II, dan Viper. Masing-masing diarahkan ke kebutuhan yang berbeda, mulai dari model paling terjangkau sampai skutik yang membawa fitur lebih lengkap.

Flazz menjadi titik masuk termurah dengan estimasi harga sekitar Rp9,5 juta. Di sisi lain, tiga model lain diposisikan untuk pengguna yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh atau tampilan yang lebih premium.

Evo hadir sebagai skuter ringkas untuk penggunaan di perkotaan. Model ini tersedia dalam varian Evo 200 dan Evo Grand, dengan klaim jarak tempuh tertinggi hingga 262 km dalam sekali pengisian baterai penuh.

Feliz II membawa pendekatan desain retro-modern yang disebut mirip skutik premium Eropa seperti Piaggio. Skuter ini memiliki kecepatan maksimum 70 km/jam dan jarak tempuh hingga 156 km.

Sementara itu, Viper menjadi model yang paling menonjol karena tampil sporty dan agresif. Skutik ini mampu melaju hingga 70 km/jam, menempuh jarak 156 km, dan sudah dilengkapi dual battery LFP, SmartKey, GPS, serta layar TFT.

Harga dibuat rendah untuk menarik pasar

VinFast menempatkan diri dengan sangat agresif dari sisi harga. Evo Grand diperkirakan berada di kisaran Rp11,5 juta, Feliz II sekitar Rp15 jutaan, dan Viper di rentang Rp11,5 juta sampai Rp15 jutaan.

Berikut gambaran model yang sudah disebutkan beserta estimasi harga dan klaim jarak tempuhnya.

ModelEstimasi hargaJarak tempuhKecepatan maks
Flazz~Rp9,5 juta135 km
Evo (Grand)~Rp11,5 juta262 km70 km/jam
Feliz II~Rp15 jutaan156 km70 km/jam
Viper~Rp11,5–15 jutaan156 km70 km/jam

Harga resmi baru akan diumumkan saat peluncuran. Namun, dengan banderol awal seperti itu, VinFast jelas mencoba masuk ke segmen yang sangat sensitif terhadap harga.

Swap baterai dan baterai LFP jadi andalan

Dari empat model yang disiapkan, tiga di antaranya memakai sistem battery swap, yaitu Evo, Feliz II, dan Viper. Pengguna cukup menukar baterai yang habis dengan baterai penuh dalam hitungan menit, sehingga waktu tunggu pengisian bisa ditekan.

Setiap unit memakai dua baterai berteknologi LFP atau Lithium Iron Phosphate. Masing-masing baterai memiliki kapasitas 1,5 kWh, dan teknologi ini diklaim lebih aman dari risiko kebakaran dibanding baterai konvensional serta cocok untuk iklim tropis Indonesia.

Selain itu, VinFast juga menyiapkan Amio sebagai skuter ringan dengan bantuan pedal. Model ini ditujukan untuk pengguna kasual dan dapat dikendarai tanpa SIM.

Jaringan penjualan dan perakitan ikut disiapkan

Sebelum motor listriknya benar-benar masuk pasar, VinFast lebih dulu membangun jaringan distribusi. Pada 5 Maret 2026, VinFast Indonesia menandatangani MoU dengan enam dealer motor listrik, setelah sebelumnya pada Februari 2026 menggandeng tujuh dealer lain.

Showroom tahap awal akan dibuka di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali. Di saat yang sama, VinFast juga membangun stasiun penukaran baterai yang kini sudah memasuki tahap uji coba di wilayah Jabodetabek.

Peluncuran motor listrik VinFast disebut akan dilakukan pada Juni 2026. Informasi itu disampaikan CEO VinFast Indonesia e-Scooter, Yordan Satriadi, dalam konferensi pers di Hanoi, Vietnam, Kamis 23 April 2026.

Sinyal tersebut juga menguatkan pernyataan sebelumnya dari Deputy CEO Sales and Network Development VinFast Indonesia, Davy J. Tuilan, yang sempat menyebut motor listrik VinFast akan hadir pada awal semester II 2026. Setelah tahap penjualan berjalan, perusahaan juga menyiapkan rencana perakitan lokal pada 2027.

Jika rencana itu terealisasi, posisi VinFast di pasar Indonesia bisa makin kuat. Kombinasi harga awal yang rendah, fitur seperti SmartKey dan GPS, serta ekosistem swap baterai membuat persaingan motor listrik nasional berpotensi semakin ketat.

Baca Juga

Back to top button