Di tengah deretan mobil listrik dan kendaraan elektrifikasi di GAC Technology Museum, tiga motor Honda justru mencuri perhatian dengan cara yang berbeda. Harga yang relatif terjangkau dan paket teknologi yang dibawa membuat Wuyang Honda NWT 150, Honda E-VO Cafe Racer, dan Honda E-VO GT terasa menonjol di antara pameran lain di Guangzhou.
Kehadiran tiga model itu juga memperlihatkan luasnya portofolio GAC Group yang tidak berhenti di mobil penumpang. Valdo Prahara, Marcomm & PR GAC Indonesia di Guangzhou, menyebut merek-merek di museum tersebut hadir lewat usaha patungan, termasuk GAC Honda, GAC Toyota, dan produk sepeda motor dari Wuyang Honda.
Wuyang Honda NWT 150: mesin bensin yang diposisikan untuk pemakaian harian
Dari tiga model itu, Wuyang Honda NWT 150 menjadi salah satu yang paling mudah didekati dari sisi harga. Motor ini dipasarkan di pasar domestik Cina mulai 14.980 Yuan atau sekitar Rp37,81 juta.
NWT 150 membawa mesin satu silinder empat langkah dengan pendingin cairan. Tenaga puncaknya mencapai 11,4 kW atau sekitar 15,5 PS pada 8.500 rpm, sedangkan torsi maksimumnya 14,4 Nm pada 6.500 rpm.
Karakter mesinnya dibuat responsif sejak putaran bawah agar sesuai untuk mobilitas perkotaan. Honda juga membekalinya dengan rasio kompresi 11,5:1, bore x stroke 60,0 x 53,0 mm, serta transmisi otomatis CVT.
Untuk menunjang kepraktisan harian, motor ini memakai starter elektrik dan fitur start-stop saat berhenti sejenak. Di bagian kaki-kaki, NWT 150 menggunakan ban depan 110/70-14 dan ban belakang 130/70-13 dengan kompon semi-hot melt.
Dua motor listrik dengan pendekatan berbeda
Berbeda dari NWT 150, dua model lain di display yang sama mengusung tenaga listrik dan tampil lebih futuristik. Honda E-VO Cafe Racer dan Honda E-VO GT sama-sama membawa konsep yang menunjukkan arah pengembangan Honda di segmen roda dua elektrifikasi.
Honda E-VO Cafe Racer hadir dengan desain ramping tanpa knalpot dan memakai batok kepala membulat yang memberi kesan retro kontemporer. Dimensinya 1.996 mm x 755 mm x 1.057 mm, dengan jarak sumbu roda 1.380 mm, ground clearance 186 mm, dan tinggi sadel 765 mm.
Model ini memiliki dua opsi baterai, yakni 4,1 kWh dan 6,3 kWh, dalam konfigurasi baterai ganda. Varian 4,1 kWh diklaim sanggup menempuh 120 km berdasarkan World Motorcycle Test Cycle, sedangkan varian 6,3 kWh mencapai 170 km WTMC.
Soal pengisian daya, varian 4,1 kWh membutuhkan 90 menit melalui listrik rumah tangga atau 60 menit dengan pengisi daya cepat. Pada varian 6,3 kWh, waktunya menjadi 150 menit lewat listrik rumah tangga dan 90 menit menggunakan charger cepat.
Kedua versi E-VO Cafe Racer memakai motor listrik yang sama, yaitu unit 15,53 kW atau setara 21,5 PS. Tenaga itu disalurkan ke roda belakang lewat belt, dengan posisi motor penggerak berada di tengah.
E-VO GT: skuter listrik dengan performa dan fitur keselamatan
Honda E-VO GT tampil sebagai skuter listrik bergaya futuristik dengan harga mulai 14.980 Yuan atau sekitar Rp37,81 juta. Dimensinya tercatat 1.975 x 751 x 1.125 mm, jarak sumbu roda 1.400 mm, bobot kosong 148 kg, ground clearance 128 mm, dan tinggi jok 765 mm.
Motor listrik mid-mounted pada E-VO GT menghasilkan tenaga puncak 15,8 kW atau 21,4 PS. Sumber tenaganya berasal dari baterai lithium “new energy safety” 74V berkapasitas 56Ah.
Dalam pengujian WMTC, E-VO GT diklaim mampu menempuh 120 km dengan kecepatan maksimum 110 km/jam. Untuk pengisian, home charging 1,8 kW bisa mengisi dari 20 ke 80 persen dalam sekitar 1,5 jam, sedangkan charging pile 3,4 kW mempersingkatnya menjadi 1 jam.
Dari sisi keselamatan, skuter ini menggunakan cakram di kedua roda dan ABS. Kombinasi tersebut ditujukan untuk memberi kontrol lebih baik saat deselerasi mendadak, terutama dalam pemakaian harian di jalan perkotaan.
Tiga karakter dalam satu ruang pamer
Jika dilihat bersama, ketiga motor Honda itu menawarkan pendekatan yang berbeda namun sama-sama menarik perhatian. NWT 150 bermain di sisi efisiensi mesin bensin, sementara dua model E-VO membawa paket listrik dengan jarak tempuh dan sistem pengisian yang sudah kompetitif.
Di ruang pamer GAC Guangzhou, perbedaan karakter itu membuat lini Wuyang Honda tampil tidak sekadar sebagai pelengkap. Tiga model tersebut justru menegaskan bahwa teknologi roda dua bisa hadir dalam bentuk yang murah, praktis, dan tetap terasa maju.
Source: www.oto.com




