Perhatian publik terhadap Vivo X300 tidak hanya datang dari kamera 200MP yang dibicarakan, tetapi juga dari cara ponsel ini diposisikan di kelas flagship premium. Dengan harga yang disebut mulai Rp11 jutaan, perangkat ini langsung masuk ke daftar calon pesaing yang perlu diperhitungkan di segmen atas.
Bocoran yang beredar membuat Vivo X300 terlihat seperti paket yang sengaja disusun untuk menarik dua kelompok pengguna sekaligus, yakni pemburu performa dan penggemar fotografi mobile. Kombinasi chipset baru, konfigurasi memori besar, dan desain premium membuat namanya cepat menyebar di pasar gadget Asia.
Harga yang agresif di kelas flagship
Informasi yang beredar dari distributor dan sejumlah pasar gadget Asia menyebut Vivo X300 akan hadir dalam beberapa varian memori. Model 12GB/256GB diperkirakan mulai Rp11 jutaan, sedangkan versi 16GB/512GB disebut mulai Rp13 jutaan.
Di sisi lain, Vivo X300 Pro juga diperkirakan menembus Rp15 jutaan. Meski begitu, angka-angka tersebut belum bersifat final karena perbedaan wilayah pemasaran, pajak, dan promo resmi masih bisa memengaruhi harga jual.
Kamera menjadi pusat perhatian
Sorotan terbesar pada Vivo X300 datang dari sektor kamera. Vivo dikabarkan kembali bekerja sama dengan ZEISS untuk menghadirkan pengalaman fotografi yang lebih serius di kelas ponsel premium.
Bocoran spesifikasinya menyebut kamera utama memakai sensor 200MP. Di belakang, sistem kameranya juga dirumorkan membawa ultra-wide 50MP dan periskop telephoto dengan zoom optik 10x, sementara kamera depan disebut beresolusi 50MP autofocus.
Kombinasi tersebut membuat Vivo X300 langsung menonjol di tengah persaingan flagship. Detail periskop telephoto 10x menjadi salah satu yang paling menarik karena tidak sering hadir bersama resolusi setinggi itu.
Vivo juga disebut menyematkan teknologi AI imaging terbaru. Fitur ini diarahkan untuk membantu hasil foto malam, portrait, dan perekaman video bergaya sinematik.
Dapur pacu ikut menaikkan ekspektasi
Selain kamera, bagian performa juga ikut memanaskan pembicaraan. Vivo X300 dirumorkan menggunakan Snapdragon 8 Gen 5 atau Dimensity 9500, tergantung pasar distribusi.
Keduanya jelas menempatkan perangkat ini di kelas performa atas. Jika bocoran itu tepat, Vivo X300 berpeluang kuat dipakai untuk gaming, perekaman video resolusi tinggi, dan pemrosesan AI yang lebih cepat.
Ponsel ini juga disebut membawa RAM hingga 16GB. Kombinasi chipset baru dan memori besar diperkirakan akan membantu multitasking tetap lancar, baik untuk kebutuhan harian maupun beban kerja yang lebih berat.
Efisiensi baterai juga ikut masuk dalam pembahasan, meski detail kapasitas dan pengisian dayanya belum terungkap. Vivo X300 dikabarkan memakai teknologi baterai yang lebih efisien dibanding seri sebelumnya.
Desain premium dan layar besar
Dari sisi tampilan, Vivo X300 disebut hadir dengan bodi yang lebih elegan dan modern. Bocoran yang beredar menyebut frame aluminium premium dengan finishing matte anti sidik jari, sementara bagian belakangnya memakai modul kamera besar bergaya futuristik.
Di bagian depan, ponsel ini diperkirakan mengusung layar curved AMOLED berukuran 6,8 inci dengan bezel tipis. Panel tersebut juga dikabarkan membawa refresh rate 144Hz.
Kombinasi layar dan desain itu membuat Vivo X300 terasa mengarah kuat ke pengalaman premium. Scrolling yang halus dan respons sentuh yang cepat akan relevan untuk gaming maupun konsumsi multimedia.
Mulai dilihat sebagai penantang serius
Dengan harga, kamera, dan performa yang dibicarakan sejauh ini, Vivo X300 mulai dipandang sebagai ancaman baru di pasar smartphone premium. Perangkat ini disebut siap bersaing dengan Samsung Galaxy S26, Xiaomi 16 Ultra, hingga iPhone generasi terbaru.
Respons pasar yang tinggi pada Mei 2026 menunjukkan bahwa bocoran ini sudah cukup berhasil membangun ekspektasi. Poin berikutnya yang paling ditunggu tentu adalah pembuktian saat perangkat ini resmi muncul dan harga finalnya diumumkan.





