Harga Pertalite Masih Rp10.000, Daftar BBM Pertamina 24 April 2026 Belum Bergeser

Kepastian harga BBM kembali menjadi perhatian karena pada 24 April 2026, PT Pertamina belum melakukan pergerakan harga di seluruh wilayah Indonesia. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter, sementara sejumlah BBM nonsubsidi juga bertahan pada tarif yang sama seperti penyesuaian sebelumnya.

Bagi pengguna kendaraan harian, kondisi ini memberi ruang untuk menjaga perhitungan biaya tetap stabil. Di tengah dinamika harga minyak mentah dunia, harga yang belum berubah membuat konsumen tidak perlu menghadapi tambahan beban dalam waktu dekat.

Harga di Jakarta masih bertahan

Di DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya, Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter tanpa penyesuaian. Harga ini juga sejalan dengan BBM penugasan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang banyak dipakai masyarakat.

Untuk BBM nonsubsidi di DKI Jakarta, tarifnya juga belum bergeser. Pertamax tercatat Rp13.200 per liter, Pertamax Turbo Rp14.400 per liter, Dexlite Rp14.550 per liter, dan Pertamina Dex Rp15.100 per liter.

Rincian harga BBM di DKI Jakarta

Berikut daftar harga BBM Pertamina per 24 April 2026 di DKI Jakarta:

  1. Pertalite: Rp10.000 per liter
  2. Pertamax: Rp13.200 per liter
  3. Pertamax Turbo: Rp14.400 per liter
  4. Dexlite: Rp14.550 per liter
  5. Pertamina Dex: Rp15.100 per liter

Seluruh harga tersebut masih berada dalam status tetap. Di luar Jakarta, nominal bisa berbeda karena mengikuti penyesuaian yang berlaku di masing-masing daerah.

Mengapa harga bisa tidak sama antarwilayah

Perbedaan harga BBM antardaerah masih dipengaruhi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor atau PBBKB. Dalam informasi MyPertamina, pajak itu ditetapkan pemerintah daerah sehingga harga akhir dapat berbeda meski produknya sama.

Selisih harga antarprovinsi biasanya tidak besar. Perbedaannya disebut berada di kisaran Rp200 hingga Rp500 per liter, sehingga lokasi pembelian tetap menjadi faktor penting saat membandingkan harga BBM.

Pasokan nasional disebut tetap aman

Di tengah kekhawatiran terhadap kondisi energi global, pemerintah menyampaikan bahwa pasokan energi nasional masih aman. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut jalur suplai BBM Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada rute yang rawan konflik seperti Selat Hormuz.

Pernyataan itu ikut memperkuat gambaran stabilitas harga pada periode ini. Selama distribusi berjalan normal dan pasokan terjaga, tekanan terhadap harga di tingkat konsumen dapat ditekan.

Pengawasan distribusi masih diperketat

Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat pengawasan penyaluran BBM bersama aparat penegak hukum. Langkah ini diarahkan agar BBM subsidi tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan yang bisa membebani anggaran negara.

Pengawasan distribusi penting karena stabilitas harga tidak hanya bergantung pada pasar. Ketertiban penyaluran di lapangan juga menentukan apakah manfaat subsidi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

Dampak langsung bagi pengguna kendaraan

Bagi pemilik kendaraan pribadi maupun pelaku transportasi, harga yang belum berubah membantu menjaga rencana pengeluaran tetap terkendali. Situasi ini juga memberi waktu bagi pengguna untuk menyesuaikan kebutuhan bahan bakar tanpa tekanan biaya tambahan.

Di sektor logistik, stabilnya harga solar nonsubsidi ikut membantu perencanaan perjalanan. Dexlite dan Pertamina Dex tetap menjadi opsi bagi kendaraan diesel modern yang membutuhkan spesifikasi tertentu.

Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga untuk bulan berikutnya. Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi paling akurat dapat memantau kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.

Baca Juga

Back to top button