Pasar pangan di Jawa Tengah pada pantauan Rabu (22/4/2026) masih bergerak dalam pola yang naik-turun, tetapi sorotan utamanya tetap jatuh pada cabai. Di antara 16 komoditas yang dipantau Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) pukul 16.56 WIB, pergerakan harga cabai terlihat paling menonjol karena ada yang menguat dan ada pula yang terkoreksi cukup dalam.
Di sisi yang melemah, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan paling tajam. Harganya turun Rp617 atau 1,13 persen menjadi Rp54.007 per kg, sementara cabai merah keriting justru bergerak naik Rp166 atau 0,45 persen ke Rp37.376 per kg dan cabai merah besar naik tipis menjadi Rp38.443 per kg.
Pola ini memperlihatkan bahwa kelompok cabai masih sangat sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan. Dalam kondisi seperti ini, selisih harga harian bisa muncul cepat tanpa perlu pergeseran besar pada pasar.
Kenaikan tipis juga muncul di sejumlah kebutuhan harian
Selain cabai, beberapa bahan pokok lain ikut mencatat kenaikan, meski dalam skala kecil. Gula pasir curah berada di level Rp17.522 per kg, minyak goreng sawit curah Rp19.027 per liter, dan beras premium Rp14.743 per kg.
Kenaikan pada tiga komoditas tersebut belum tergolong besar. Namun, pergerakan ini tetap menunjukkan adanya tekanan ringan pada sejumlah kebutuhan rumah tangga di Jawa Tengah.
Di kelompok minyak goreng kemasan, harga masih stabil. Minyak goreng sawit kemasan premium tercatat Rp21.680 per liter, sedangkan Minyakita berada di Rp15.680 per liter.
Sejumlah komoditas bertahan tanpa perubahan
Selain barang yang naik tipis, ada pula komoditas yang belum menunjukkan pergeseran harga. Tepung terigu tercatat Rp11.735 per kg dan kedelai impor berada di Rp11.006 per kg, keduanya tidak berubah dari pantauan sebelumnya.
Kondisi stabil juga terlihat pada beberapa komoditas lain yang dipantau SP2KP Kemendag. Pergerakan yang terbatas ini membuat gambaran harga pangan di Jawa Tengah masih relatif terkendali, meski belum sepenuhnya tenang.
Kelompok yang turun tetap dominan di beberapa item
Di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami penurunan. Daging ayam ras berada di Rp36.114 per kg, bawang merah Rp37.686 per kg, telur ayam ras Rp27.174 per kg, dan bawang putih honan Rp31.644 per kg.
Beras medium juga terkoreksi tipis menjadi Rp13.288 per kg. Sementara itu, daging sapi paha belakang tercatat Rp135.190 per kg setelah turun 0,11 persen.
Penurunan pada komoditas-komoditas tersebut memang tidak besar. Namun, daftar itu menunjukkan bahwa pasar kebutuhan pokok di Jawa Tengah bergerak di dua arah sekaligus, dengan fluktuasi kecil yang muncul hampir merata pada beberapa bahan pangan utama.
Daftar harga 16 komoditas di Jawa Tengah
Berikut harga bahan pangan yang dipantau SP2KP Kemendag di Jawa Tengah pada Rabu (22/4/2026) pukul 16.56 WIB:
- Daging Sapi Paha Belakang: Rp135.190 per kg, turun 0,11 persen
- Cabai Rawit Merah: Rp54.007 per kg, turun 1,13 persen
- Cabai Merah Besar: Rp38.443 per kg, naik 0,15 persen
- Bawang Merah: Rp37.686 per kg, turun 0,02 persen
- Cabai Merah Keriting: Rp37.376 per kg, naik 0,45 persen
- Daging Ayam Ras: Rp36.114 per kg, turun 0,15 persen
- Bawang Putih Honan: Rp31.644 per kg, turun 0,79 persen
- Telur Ayam Ras: Rp27.174 per kg, turun 0,29 persen
- Minyak Goreng Sawit Kemasan Premium: Rp21.680 per liter, tetap
- Minyak Goreng Sawit Curah: Rp19.027 per liter, naik 0,11 persen
- Gula Pasir Curah: Rp17.522 per kg, naik 0,07 persen
- Minyakita: Rp15.680 per liter, tetap
- Beras Premium: Rp14.743 per kg, naik 0,03 persen
- Beras Medium: Rp13.288 per kg, turun 0,01 persen
- Tepung Terigu: Rp11.735 per kg, tetap
- Kedelai Impor: Rp11.006 per kg, tetap
Dari daftar tersebut, cabai tetap menjadi komoditas yang paling dicermati karena arah pergerakannya berbeda antardjenis. Cabai merah menguat, cabai rawit merah terkoreksi tajam, dan dinamika itu masih menjadi penanda paling jelas bahwa harga pangan di Jawa Tengah bergerak aktif dalam rentang yang sempit.
Source: databoks.katadata.co.id




