Harga Lebih Rendah Dari Pasar, Warga Kediri Tetap Rela Antre Di Tengah Hujan Deras

Harga kebutuhan pokok yang dibuat lebih rendah dari pasar menjadi magnet utama di pasar murah Pemprov Jawa Timur di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Kondisi itu membuat ratusan warga tetap datang meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Antrean panjang terlihat sejak kegiatan berlangsung. Bagi banyak warga, selisih harga yang ditawarkan cukup terasa untuk membantu memenuhi kebutuhan jelang Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Program pasar murah ini tidak sekadar hadir sebagai lokasi belanja sementara. Pemprov Jatim menjalankannya untuk menahan laju inflasi dan menjaga harga sembako tetap terjangkau di berbagai wilayah.

Kota Kediri sendiri menjadi titik ke-69 dalam rangkaian pasar murah yang digelar pemerintah provinsi. Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim memberi subsidi pada komoditas yang dijual agar harga berada di bawah Harga Eceran Tertinggi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut langkah itu sebagai upaya konkret agar masyarakat tetap tenang menghadapi kebutuhan Iduladha. Ia juga menegaskan stok bahan pokok tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga masih terkendali sehingga pasar murah terus dijalankan.

Pemilihan lokasi pasar murah dilakukan dengan pertimbangan yang cukup hati-hati. Pemerintah menempatkannya dengan memperhitungkan jarak dari pasar tradisional supaya subsidi tidak mengganggu ekosistem perdagangan di pasar konvensional.

Di lapangan, manfaat program itu terasa langsung bagi warga. Maulidya, warga Semampir, tetap datang meski hujan deras karena kebutuhan Iduladha cukup banyak dan harga yang ditawarkan jauh lebih murah.

Berbagai komoditas dijual dengan harga khusus agar warga bisa membawa pulang kebutuhan harian dengan beban lebih ringan. Beras premium dipasarkan Rp14.000 per kg, beras medium SPHP Rp11.000 per kg, dan Minyakita Rp13.000 per liter.

Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kg, telur ayam ras Rp22.000 per pack, dan daging ayam ras Rp30.000 per pack. Pemprov Jatim juga menyediakan bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram.

Khofifah menambahkan bahwa bahan pokok sejauh ini dinilai cukup. Karena itu, fokus utama pemerintah adalah menjaga keterjangkauan harga agar kebutuhan harian masyarakat tetap terpenuhi tanpa tekanan biaya yang berlebihan.

Source: www.babelinsight.id
Exit mobile version