Handheld Kotak ANBERNIC RG Rotate Mampu Emulasi Banyak Konsol, Namun Tanpa Joystick Jadi Pertanyaan

Ketiadaan joystick langsung menjadi sorotan saat ANBERNIC memperlihatkan RG Rotate. Meski begitu, perangkat Android ini tetap berhasil menarik perhatian karena membawa emulasi lintas konsol, dukungan game Android, dan sejumlah fitur modern yang biasanya dicari pada handheld serbaguna.

Daya tarik RG Rotate tidak hanya terletak pada bentuknya yang ringkas, tetapi juga pada ambisi ANBERNIC untuk menjadikannya perangkat yang bisa dipakai di banyak skenario bermain. Dari materi demo resmi yang dibagikan, perangkat ini diposisikan bukan sekadar untuk nostalgia, melainkan juga untuk pemain yang ingin satu handheld dengan fungsi yang lebih luas.

Emulasi jadi fokus utama
Dalam video demo, ANBERNIC menampilkan RG Rotate menjalankan emulator dari beberapa platform yang cukup dikenal. Daftar yang terlihat mencakup GameCube, Game Boy Advance, Nintendo 3DS, PlayStation 1, dan PlayStation 2, disertai dukungan sistem lain yang juga disebut tersedia.

Pilihan platform itu memberi sinyal bahwa perangkat ini dibidik untuk pengguna yang punya ikatan dengan banyak generasi konsol. Dengan pendekatan tersebut, RG Rotate tidak hanya relevan bagi penggemar retro, tetapi juga bagi pemain yang ingin mengakses kembali koleksi game lama dalam satu perangkat Android.

ANBERNIC juga memperlihatkan bahwa RG Rotate mampu menjalankan game Android secara native. Artinya, kemampuan perangkat ini tidak berhenti pada emulasi, karena masih ada ruang untuk bermain judul-judul Android secara langsung tanpa perantara sistem lain.

Desain unik, tetapi ada batas yang jelas
Secara fisik, RG Rotate tampil berbeda karena memakai layar berbentuk kotak yang jarang terlihat di handheld modern. Perangkat ini juga dibekali directional pad, empat tombol muka, dan empat tombol bahu, sehingga tampil akrab bagi pemain yang terbiasa dengan perangkat retro.

Konfigurasi kontrol seperti itu memang selaras untuk game 2D, termasuk platformer, puzzle, atau RPG lawas. Susunan semacam ini biasanya memberi kenyamanan lebih pada permainan yang mengandalkan D-pad dan tombol aksi sederhana dibandingkan kontrol analog yang lebih kompleks.

Namun, absennya joystick menjadi catatan paling mencolok dari desainnya. Kekurangan tersebut berpotensi terasa saat RG Rotate dipakai untuk game yang lebih modern atau judul klasik tertentu yang menuntut kontrol lebih fleksibel.

Catatan ini menjadi semakin penting karena ANBERNIC juga menampilkan game dari platform seperti GameCube, PlayStation 2, dan Nintendo 3DS. Tiga sistem itu umumnya memanfaatkan kontrol yang lebih beragam, sehingga penggunaan tanpa joystick bisa membuat pengalaman bermain tidak selalu optimal.

Bisa dipakai lebih dari sekadar handheld
Selain dimainkan langsung di perangkat, RG Rotate juga dipamerkan mampu melakukan streaming game dari PC ke layar handheld. Fitur ini membuka kemungkinan untuk memainkan game yang lebih berat tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan pemrosesan internal perangkat.

ANBERNIC turut menunjukkan bahwa game dari RG Rotate dapat ditampilkan ke TV secara nirkabel. Perusahaan bahkan menyebut pengguna bisa melakukan cast ke TV secara wireless dan memasangkan kontroler Bluetooth agar pengalaman bermain lebih dekat ke konsol rumahan.

Ada pula demonstrasi multiplayer nirkabel yang ikut diperlihatkan. Meski demikian, dukungan ini disebut bergantung pada emulator dan game yang digunakan, sehingga hasilnya bisa berbeda mengikuti kompatibilitas judul masing-masing.

Antara daya tarik dan tanda tanya
Dari seluruh materi yang sudah dibuka, RG Rotate terlihat menggabungkan beberapa hal sekaligus: desain yang tidak biasa, emulasi lintas konsol, dan fitur konektivitas yang dibuat cukup fleksibel. Kombinasi itu membuat perangkat ini tampak menarik bagi penggemar retro gaming yang menginginkan handheld dengan fungsi lebih luas.

Meski begitu, demo yang ditunjukkan juga menyisakan pertanyaan. Saat Cuphead dijalankan di monitor PC dan layar RG Rotate, terlihat ada jeda beberapa frame yang mengarah pada latensi kecil, sesuatu yang bisa terasa mengganggu bagi pengguna yang peka terhadap respons kontrol.

Sampai kini, ANBERNIC belum mengumumkan harga resmi maupun jadwal ketersediaan RG Rotate. Selama dua informasi itu belum dibuka, perhatian publik akan tetap bertumpu pada demo fitur, sambil menunggu penjelasan lebih lanjut apakah perangkat ini benar-benar siap menjadi handheld Android serbaguna untuk emulasi dan game modern.

Source: www.androidauthority.com

Baca Juga

Back to top button