Google Ubah Tampilan Search Live Jadi Penuh Layar, Antarmukanya Kini Lebih Bersih dan Ringkas

Google tampaknya tidak mau lagi membiarkan Search Live terasa seperti fitur sampingan. Antarmuka baru yang sedang disiapkan untuk layanan ini membuat pengalaman berbasis suara dan video itu tampil lebih penuh di layar, sehingga jauh lebih mudah menarik perhatian pengguna.

Pembaruan tersebut mengarah pada tampilan layar penuh yang menggantikan komposisi lama yang terasa kurang efisien. Perubahan ini penting karena salah satu kelemahan Search Live selama ini ada pada pemakaian ruang layar yang boros, terutama saat mode video digunakan.

Search Live sendiri merupakan fitur pencarian berbasis AI yang mengandalkan percakapan alami. Secara konsep, layanan ini berada di jalur yang mirip dengan Gemini Live, meski Google menempatkannya untuk kebutuhan yang berbeda.

Di perangkat yang sudah kebagian tampilan baru, elemen visual di bagian bawah layar tidak lagi mendominasi ruang seperti sebelumnya. Google menghapus arc waveform yang dulu muncul saat sistem merespons pertanyaan, lalu menggantinya dengan gaya visual yang lebih bersih.

Pendekatan baru ini membuat tampilan Search Live terasa lebih modern. Alih-alih lengkungan besar di bagian bawah, warna kini mengalir di tepi layar dan memberi kesan antarmuka yang lebih rapi.

Pada layar awal dengan teks “Try saying”, tepi layar terlihat memakai bingkai biru muda. Saat Search Live mulai merespons, warna tersebut berubah menjadi dinamis, dan dalam salah satu tampilan yang terungkap bagian bawah layar diisi variasi hijau dan kuning.

Google belum menjelaskan apakah pola warna itu akan punya variasi lain. Namun, pola visual seperti ini juga diduga akan muncul ketika mode video diaktifkan, sehingga pengalaman pengguna tetap terasa konsisten.

Meski tampilannya dirombak, susunan tombol utama tidak berubah jauh. Google tampaknya sengaja mempertahankan alur yang sudah dikenal agar pengguna lama tidak perlu beradaptasi dari awal.

Di kanan atas, tiga tombol tetap tersedia untuk closed captions, menu tiga titik yang berisi pengaturan dan riwayat pencarian, serta tombol keluar. Di bagian bawah, tombol Mute atau Unmute, Video, dan Transcript masih berada di posisi yang mudah dijangkau.

Elemen “Tap to interrupt” juga masih dipertahankan. Begitu pula tombol umpan balik jempol ke atas dan jempol ke bawah yang dipakai untuk menilai kualitas respons.

Perubahan desain ini dilaporkan muncul di Google app versi 17.20. Meski begitu, kemunculannya belum merata karena ada perangkat Pixel dengan versi yang sama tetapi belum menampilkan antarmuka baru.

Dari sisi ketersediaan, Search Live memang sedang diperluas ke lebih banyak wilayah. Google pertama kali meluncurkannya di Amerika Serikat pada September tahun lalu, lalu membawanya ke wilayah lain sebelum akhirnya dibuka secara global pada Maret.

Ekspansi itu membuat pembaruan visual ini terasa semakin relevan. Dengan tampilan yang lebih menonjol, Search Live punya peluang lebih besar untuk terlihat di antara layanan Google lain yang sudah lebih dulu dikenal luas.

Visibilitas tetap menjadi tantangan utama bagi fitur ini. Di perangkat Pixel, Search Live bisa diakses lewat ikon Lens pada widget layar utama yang kemudian digeser ke tab Live, atau melalui bagian bawah kolom pencarian di aplikasi Google.

Jalur akses seperti itu masih dinilai belum terlalu sederhana untuk penggunaan massal. Karena itu, desain layar penuh dan tampilan yang lebih bersih bisa menjadi langkah penting agar Search Live tidak lagi terasa tersembunyi di dalam ekosistem pencarian Google.

Source: www.androidpolice.com

Baca Juga

Back to top button