Gelar Bertahan Jakarta Pertamina Enduro, Kekuatan Utama Justru Datang Dari Dukungan Kolektif

Dukungan yang mengalir dari berbagai lini menjadi salah satu alasan Jakarta Pertamina Enduro mampu menjaga gelar juara di Proliga. Tim putri ini menuntaskan grand final melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia di GOR Amongrogo, Yogyakarta, dengan dua kemenangan beruntun, 3-1 dan 3-0.

Hasil itu menegaskan bahwa keberhasilan Jakarta Pertamina Enduro tidak berdiri hanya di atas kemampuan teknis para pemain. Kemenangan juga lahir dari kerja sama yang rapat antara manajemen, pembinaan, pelatih, pemain, serta dukungan konsisten dari Pertamina dan jejaring entitas yang berada di bawahnya.

Pembinaan dan ekosistem yang menjaga stabilitas

Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) sekaligus Pembina tim JPE, Andy Arvianto, menilai capaian tersebut tidak lepas dari pembinaan yang dijalankan secara berkelanjutan. Ia melihat lingkungan yang mendukung memberi fondasi penting agar performa tim tetap stabil sepanjang musim.

Andy juga menekankan bahwa komitmen Pertamina dalam pengembangan talenta tidak berhenti pada olahraga semata. Dalam pandangannya, pembinaan atlet merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membentuk generasi terbaik bangsa.

Mental juara yang tetap terjaga

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menilai keberhasilan mempertahankan gelar ini menunjukkan bahwa atlet Indonesia punya kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Ia menyebut disiplin, fokus, dan semangat juang sebagai faktor penting yang ikut menjaga performa Jakarta Pertamina Enduro.

Menurut Iriawan, capaian beruntun seperti ini layak diapresiasi karena memperlihatkan konsistensi dalam meraih hasil terbaik. Ia juga menegaskan perlunya menjaga prestasi tersebut agar tidak berhenti pada satu musim saja, melainkan menjadi dorongan untuk mengejar target yang lebih tinggi pada kesempatan berikutnya.

Karakter tim yang tampil sampai partai puncak

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, melihat Jakarta Pertamina Enduro sudah menunjukkan karakter juara sejak awal musim. Ia menilai konsistensi, kerja keras, dan kekompakan menjadi kunci yang membuat tim tetap solid hingga partai penentuan.

Baron berharap keberhasilan ini memberi inspirasi positif bagi generasi muda. Pesan yang ditekankan sederhana, yakni berani bermimpi lalu mewujudkannya lewat kerja nyata.

Kontribusi pemain dan tekanan juara bertahan

Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyoroti kontribusi semua pemain dalam perjalanan menuju gelar. Ia menilai hasil terbaik tidak lahir dari kemampuan individu saja, melainkan dari kerja bersama yang dijaga lewat komunikasi yang baik di lapangan.

Bulent menambahkan bahwa setiap pemain punya peran yang saling melengkapi. Dalam pandangannya, JPE bukan hanya membawa nama Indonesia, tetapi juga menarik perhatian publik yang lebih luas, termasuk dari berbagai negara.

Kapten JPE, Tisya Amallya Putri, mengakui tim tampil dengan beban ekspektasi besar sebagai juara bertahan. Namun, tekanan itu dijawab lewat kerja keras serta rasa saling percaya yang tetap terjaga di dalam tim sepanjang kompetisi.

Tisya juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter yang terus memberi dukungan. Kemenangan tersebut, menurutnya, dipersembahkan untuk semua pendukung yang setia mengikuti perjalanan JPE selama turnamen.

Dukungan lintas entitas Pertamina Group

Keberhasilan Jakarta Pertamina Enduro turut ditopang oleh dukungan dari banyak entitas Pertamina Group. Dukungan itu datang dari PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Hulu Energi, PT Pertamina Lubricants, PT Pertamina Gas Negara, PT Telkomsel, PT Patra Jasa, PT Patra Logistik, PT Pertamina Retail, PT Pelita Air Service, PT Pertamedika IHC, Speed Jersey PT SAB Indo Bandung, PT Mitra Tour & Travel, PT Pertamina Training & Consulting, dan JConnect.

Rangkaian dukungan tersebut memperlihatkan bahwa capaian tim lahir dari ekosistem yang kuat dan saling terhubung. Dengan modal itu, Pertamina menaruh harapan agar JPE bisa tampil lebih kompetitif pada musim berikutnya sekaligus memperkuat pembinaan atlet di olahraga nasional.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version