FWD Perkuat Layanan Digital Di Indonesia, Perlindungan Asuransi Dibuat Makin Sederhana

FWD Insurance melihat peluang pertumbuhan besar justru datang dari perubahan cara masyarakat memakai layanan keuangan. Di Indonesia, kebutuhan akan perlindungan yang lebih praktis, mudah dipahami, dan cepat diakses membuat asuransi digital semakin relevan.

Perusahaan menilai Indonesia masih menjadi pasar yang sangat menarik untuk mendorong perluasan layanan berbasis teknologi. Dorongan itu muncul seiring semakin akrabnya masyarakat dengan teknologi dan meningkatnya harapan agar proses berasuransi tidak terasa rumit.

Transformasi bisnis tetap jadi fokus

Di tengah perubahan perilaku konsumen, FWD Group menunjuk Jeffrey Woo sebagai Direktur Utama PT FWD Insurance Indonesia setelah mendapat persetujuan dari OJK. Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat transformasi bisnis asuransi berbasis digital.

Jeffrey Woo menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar utama dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Ia juga menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi yang sudah dibangun agar solusi perlindungan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Pengalaman kepemimpinan di kawasan Asia Pasifik

Binayak Dutta, Senior Managing Director Southeast Asia & Group Chief Business Operations Officer FWD Group, menilai Jeffrey membawa pengalaman panjang di industri asuransi dan jasa keuangan di kawasan Asia Pasifik. Menurut dia, rekam jejak itu menunjukkan kemampuan untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus inovasi yang berfokus pada nasabah.

Jeffrey memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman kepemimpinan di industri jasa keuangan dan asuransi jiwa. Sebelum memimpin FWD Insurance Indonesia, ia menjabat Chief Bancassurance Officer di FWD Thailand.

Ia juga pernah mengembangkan kanal distribusi keagenan dan bancassurance di sejumlah perusahaan asuransi multinasional. Latar belakang itu menjadi salah satu modal penting di tengah kebutuhan perusahaan memperkuat jalur distribusi berbasis digital.

Asuransi dibuat lebih sederhana

FWD Insurance menyatakan inovasi akan terus didorong agar pengalaman berasuransi terasa lebih sederhana. Perusahaan ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi supaya layanan ini terasa lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Pendekatan tersebut sejalan dengan kebiasaan konsumen yang kian terbiasa memakai layanan digital. Dalam konteks ini, asuransi digital tidak hanya soal kanal penjualan, tetapi juga tentang kemudahan memahami produk dan akses layanan yang lebih ringkas.

Perusahaan melihat perubahan perilaku itu sebagai peluang untuk memperkuat layanan yang lebih relevan. Dengan begitu, perlindungan tidak lagi dipersepsikan sebagai layanan yang jauh dari aktivitas harian masyarakat.

Portofolio layanan dan jalur distribusi

Sejak berdiri pada 2015, FWD Insurance menawarkan produk asuransi konvensional dan syariah melalui distribusi multi-kanal berbasis teknologi. Jalur distribusinya mencakup keagenan, bancassurance, dan digital commerce.

Portofolio produknya meliputi asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis, kecelakaan diri, unit link, hingga dwiguna. Kombinasi produk dan kanal ini menempatkan Indonesia sebagai pasar penting bagi perusahaan untuk mempercepat penetrasi layanan perlindungan digital.

Bagi FWD Insurance, ruang pertumbuhan di sektor ini masih terbuka lebar. Karena itu, Indonesia dipandang bukan hanya sebagai pasar besar, tetapi juga sebagai wilayah yang tepat untuk mengembangkan asuransi digital yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button