Di tengah musim kemarau yang diperkirakan makin kering, perhatian di Jawa Timur tidak hanya tertuju pada kekurangan air, tetapi juga pada ancaman api di kawasan gunung. BPBD Jatim menilai seluruh hutan di provinsi ini punya potensi terbakar saat kemarau, sehingga kewaspadaan harus naik sejak awal.
Risiko itu paling besar muncul di kawasan yang punya vegetasi kering, sabana luas, dan jalur pendakian yang ramai. Dalam kondisi seperti itu, angin kencang dan udara kering dapat membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Kawasan yang paling disorot
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu wilayah yang sangat rawan. Sabana yang luas dan kering, tingginya aktivitas manusia, serta faktor alam membuat kawasan ini berada di kelompok paling perlu diwaspadai.
Tahura Raden Soerjo juga masuk daftar area rawan. Kawasan yang tersebar di Malang, Mojokerto, dan sekitarnya itu memiliki riwayat kebakaran hebat, ditambah medan curam serta angin kencang yang membuat upaya pemadaman menjadi lebih sulit.
Gunung Lawu ikut masuk perhatian, terutama sisi timurnya. Wilayah ini dinilai sangat kering dan berangin kencang, dengan riwayat titik api yang banyak terjadi di Jogorogo, termasuk wilayah Jawa Timur yang masuk Ngawi dan Magetan.
Masih ada titik rawan lain
Selain tiga kawasan tersebut, BPBD Jatim juga menandai Gunung Argopuro, Gunung Ijen, dan Gunung Penanggungan sebagai area yang berpotensi mengalami kebakaran saat kemarau. Di jalur pendakian, semak belukar yang mudah terbakar bisa memperbesar risiko ketika udara kering dan angin bertiup kencang.
Kondisi ini membuat para pendaki diminta lebih disiplin menjaga lingkungan. Sampah tidak boleh dibuang sembarangan, dan setiap aktivitas yang berpotensi memunculkan api perlu diawasi ketat.
Hal kecil yang bisa berubah jadi besar
BPBD Jatim juga mengingatkan warga agar berhati-hati saat membersihkan lahan, membakar sampah, atau merokok di dekat vegetasi kering. Bara api yang tidak dipadamkan sempurna dapat berubah menjadi kebakaran besar ketika tertiup angin.
Peringatan itu menjadi semakin penting karena kemarau yang diprediksi lebih kering akan membuat pegunungan lebih mudah memicu api. Dalam situasi seperti ini, pencegahan jauh lebih mudah dilakukan sebelum api muncul dan meluas.
Ancaman kebakaran di kawasan gunung Jawa Timur bukan hanya soal kawasan konservasi. Risiko itu juga menyangkut keselamatan pendaki, warga sekitar, dan ekosistem yang hidup di dalamnya.
Karena itu, pengawasan di jalur pendakian dan area dengan vegetasi kering perlu menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang lebih keras.
Source: www.detik.com




