Kinerja Hampden Bank pada periode yang berakhir 31 Desember 2025 menunjukkan pola yang menarik: bisnis inti terus berkembang, tetapi laba sebelum pajak justru menurun. Di tengah ekspansi jaringan dan perayaan 10 tahun berdiri, bank asal Inggris ini mencatat dana simpanan 1,12 miliar pounds, naik 13 persen dan untuk pertama kalinya menembus level 1 miliar pounds.
Pergerakan itu memperlihatkan bahwa basis nasabah masih solid meski pasar perbankan tetap dibayangi perubahan suku bunga dan kondisi ekonomi yang bergerak cepat. Hampden Bank juga menambah jangkauan operasional ke Manchester, Edinburgh, dan London untuk memperkuat model private banking yang bertumpu pada hubungan personal.
Pertumbuhan dana dan kredit tetap terjaga
Selain simpanan, portofolio pinjaman dan uang muka bank ikut naik lebih dari 9 persen menjadi 640 juta pounds dari 586 juta pounds pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menandakan aktivitas pembiayaan masih berjalan sehat di saat banyak bank lain harus menyesuaikan arah strategi.
Pendapatan bank juga membaik menjadi 31,5 juta pounds dari 30,3 juta pounds. Namun, peningkatan tersebut belum cukup untuk mendorong laba ke arah yang sama karena laba sebelum pajak justru turun menjadi 7 juta pounds dari 8,2 juta pounds pada 2024.
Laba tertekan oleh biaya dan penyesuaian internal
Manajemen menyebut penurunan laba dipengaruhi oleh perubahan organisasi, investasi strategis, serta penurunan suku bunga acuan Bank of England yang datang lebih cepat dari perkiraan. Kombinasi faktor itu membuat biaya dan proyeksi bisnis bergerak di luar rencana awal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan tidak selalu langsung berubah menjadi laba yang lebih tinggi. Dalam periode ini, Hampden Bank memilih tetap fokus pada penguatan internal dan ekspansi jangka panjang meski hasil laba menurun.
Dividen tetap dinaikkan
Di tengah laba yang menyusut, bank tetap mengusulkan kenaikan dividen 5 persen untuk pembayaran tahun 2026. Langkah tersebut muncul setelah Hampden Bank membayar dividen penuh pertamanya pada 2025.
Keputusan itu memberi sinyal bahwa manajemen masih yakin terhadap kekuatan neraca perusahaan. Di sisi lain, kebijakan ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tetap dijaga agar mendukung imbal hasil bagi pemegang saham.
Strategi private banking masih jadi fokus utama
CEO Hampden Bank Tracey Davidson menegaskan arah perusahaan tetap diarahkan untuk membangun private bank yang berkelanjutan dan terus berkembang. Ia menekankan pentingnya hubungan dengan nasabah, manajemen risiko, dan profesionalisme karyawan untuk mengejar target laba sebelum pajak di atas 20 juta pounds pada 2030.
Davidson juga menyoroti bahwa industri perbankan kini semakin dipengaruhi komoditisasi dan digitalisasi. Meski begitu, ia menilai layanan yang mengutamakan hubungan personal masih relevan bagi nasabah yang tetap menghargai interaksi tatap muka langsung.
Menurut Davidson, teknologi harus mendukung pengalaman nasabah, bukan menggantikannya. Pandangan ini sejalan dengan strategi bank yang memperkuat layanan digital tanpa meninggalkan pendekatan manusiawi dalam pengelolaan hubungan keuangan.
Ekspansi wilayah dan loyalitas nasabah
Pembukaan basis baru di Manchester menjadi salah satu langkah penting dalam periode ini. Kehadiran tim di wilayah Utara dan Midlands memperluas akses bagi klien di area yang sebelumnya belum menjadi fokus utama bank, sekaligus melengkapi operasi di Skotlandia dan selatan Inggris.
Dari sisi hubungan dengan nasabah, Hampden Bank mencatat tingkat retensi di atas 99 persen dan jumlah klien naik 7 persen menjadi hampir 6.500 orang. Angka itu menunjukkan loyalitas yang sangat tinggi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Ketua Hampden Bank David Huntley menyebut 2025 sebagai tahun yang penuh pencapaian penting. Ia menyoroti ulang tahun ke-10 perusahaan, tembusnya simpanan di atas £1bn, pembukaan tim baru di North and Midlands, serta peningkatan kantor di Edinburgh dan London sebagai bagian dari fase pertumbuhan berikutnya.





