Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan korban tabrakan kereta di Bekasi Timur tidak berhenti pada proses darurat saja. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan seluruh biaya perawatan di rumah sakit akan ditanggung Pemprov Jabar sampai korban pulih sesuai kebutuhan medis.
Pernyataan itu disampaikan Dedi Mulyadi melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan perhatian pemerintah daerah juga diarahkan kepada keluarga korban meninggal dunia, yang akan menerima santunan Rp 50 juta per orang.
Insiden tersebut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Tokyo Metro (TM) 5568A tujuan Kampung Bandan-Cikarang. Tabrakan dua rangkaian itu terjadi di Bekasi Timur sekitar pukul 21.00 WIB dan memunculkan kondisi darurat yang langsung menyita perhatian pemerintah daerah.
Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menyoroti bahwa masih ada korban yang harus dirawat di rumah sakit, sehingga dukungan pembiayaan medis menjadi hal yang harus segera dipastikan.
Langkah Pemprov Jabar itu mencakup seluruh biaya perawatan hingga para korban dinyatakan membaik sesuai penanganan yang diperlukan. Kebijakan ini menunjukkan fokus pemerintah daerah tidak hanya pada korban yang meninggal, tetapi juga pada mereka yang masih menjalani pemulihan.
Di sisi lain, santunan Rp 50 juta untuk setiap korban meninggal dunia diumumkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada keluarga yang ditinggalkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga di tengah situasi sulit setelah musibah yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi juga mengungkap bahwa proses evakuasi sempat tidak berjalan mudah. Ia menjelaskan KRL berhenti karena ada taksi listrik yang mogok di lintasan rel, lalu kondisi itu berujung pada tabrakan yang membuat penanganan di lapangan menjadi lebih rumit.
Ia menyebut masih ada empat orang yang belum dapat dievakuasi karena terjepit saat insiden terjadi. Situasi tersebut memperlihatkan beratnya proses penyelamatan di lokasi kejadian, terutama ketika akses menuju korban tidak bisa dilakukan dengan cepat.
Selain menyampaikan langkah bantuan, Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dalam berbagai aktivitas harian. Ia mencontohkan perlunya kehati-hatian saat berada di jalan, di tempat kerja, maupun di rumah, karena musibah bisa datang tanpa diduga.
Pesan kewaspadaan itu disampaikan seiring rasa belasungkawa kepada keluarga korban. Dedi Mulyadi berharap keluarga yang terdampak tetap diberi ketabahan menghadapi peristiwa berat ini, sementara perhatian pemerintah daerah terus tertuju pada penanganan korban dan dukungan bagi pihak yang ditinggalkan.
Source: www.jawapos.com




