Hasil finis keenam di Sirkuit Jerez menjadi penanda bahwa Veda Ega Pratama punya daya saing kuat meski memulai balapan dari posisi yang sangat jauh. Pebalap Honda Team Asia itu mengubah start dari grid ke-17 menjadi peluang untuk masuk persaingan kelompok depan, bahkan sempat membuka kans podium sebelum kehilangan posisi pada lap terakhir.
Perjalanan Veda di Moto3 GP Spanyol tidak berlangsung mulus sejak awal karena ia harus turun dari barisan belakang setelah mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi, hari Sabtu. Situasi itu membuat peluangnya untuk tampil lepas langsung menipis, tetapi agresivitasnya justru terlihat sejak putaran awal ketika ia mulai menyalip satu per satu pebalap di depannya.
Bangkit dari posisi sulit di Jerez
Dalam balapan 19 putaran itu, Veda tidak sekadar bertahan. Ia mampu menjaga ritme dan tetap berada di kelompok yang bersaing di papan atas, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa kecepatannya cukup kompetitif meski berangkat dari posisi start yang tidak ideal.
Saat balapan memasuki fase akhir, performa motor dan kondisi ban mulai menjadi tantangan. Meski begitu, Veda masih sanggup bertahan di lima besar pada lap terakhir, yang sempat membuat peluang finis lebih tinggi terlihat terbuka.
Peluang podium yang nyaris lepas di putaran penutup
Harapan untuk mencatat hasil lebih besar sebenarnya muncul di momen-momen akhir ketika Veda sudah berada dekat dengan zona podium. Namun, tekanan di lap terakhir membuat posisinya tidak aman, dan Alvaro Carpe berhasil menyalip menjelang garis finis.
Situasi itu membuat Veda akhirnya turun ke urutan keenam. Meski gagal mengamankan podium, hasil tersebut tetap menunjukkan progres yang penting karena ia bisa menembus persaingan ketat dari posisi start yang jauh di belakang.
“Race memang positif bagi saya karena saya senang dengan hasil race-nya karena saya ada improve,” ujar Veda Ega. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa hasil di Jerez bukan hanya soal posisi akhir, tetapi juga soal peningkatan performa yang berhasil ia tunjukkan di lintasan.
Start belakang jadi pembeda utama hasil balapan
Kecelakaan di kualifikasi menjadi faktor yang sangat memengaruhi jalannya lomba. Tanpa insiden itu, Veda menilai peluang untuk berada lebih dekat dengan perebutan podium akan jauh lebih besar karena pace yang ia miliki dinilai cukup kuat.
Dengan kondisi start dari belakang, tugasnya berubah menjadi balapan pemulihan yang menuntut keberanian dan konsistensi. Ia harus mengambil risiko sejak awal agar bisa kembali masuk kelompok depan, dan strategi itu berjalan cukup baik sampai fase penentuan lomba.
Balapan di Jerez juga memberi gambaran bahwa masalah pada hari Sabtu tidak otomatis menghapus daya saing Veda pada hari balapan. Justru, aksinya di race day memperlihatkan kemampuan untuk bangkit dan tetap kompetitif ketika situasi tidak mendukung.
Tambahan poin yang berarti di klasemen Moto3 2026
Urutan keenam di Spanyol memberi dampak langsung pada perolehan poin Veda. Ia menambah 10 poin dan kini mengoleksi total 37 poin, yang menempatkannya di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026.
Di puncak klasemen, Maximo Quiles masih memimpin dengan jarak 53 poin dari Veda. Selisih tersebut masih menjaga peta persaingan tetap terbuka, sementara bagi pebalap asal Gunungkidul itu, hasil di Jerez menjadi bekal penting untuk menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Le Mans pada GP Prancis.





