Perhatian pasar terhadap CYBR tidak hanya datang dari aksi stock split, tetapi juga dari kabar kontrak bernilai besar yang diperoleh anak usahanya. Kombinasi dua sentimen itu membuat PT ITSEC Asia Tbk semakin sering dibicarakan pelaku pasar, terutama setelah jumlah saham beredar bertambah dan minat investor ritel dinilai berpeluang ikut meluas.
Di sisi lain, perusahaan juga sedang menata struktur internalnya. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa telah menyetujui stock split dengan rasio 1 banding 2, sehingga nilai nominal saham turun dari Rp 25 menjadi Rp 12,5 per saham dan total saham beredar naik menjadi 13.430.497.494 unit dari sebelumnya 6.715.248.747 unit.
Manajemen ITSEC Asia memandang langkah ini sebagai upaya untuk membuat saham CYBR lebih mudah diakses investor ritel. Perseroan juga ingin meningkatkan likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia agar transaksi menjadi lebih aktif dan jangkauan investor lebih luas.
Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Rudolf Dannacher, menegaskan bahwa keputusan RUPSLB mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat struktur modal internal. Ia juga menilai ruang pertumbuhan perusahaan masih terbuka seiring meningkatnya kebutuhan keamanan siber di tengah percepatan transformasi digital di Indonesia.
Patrick menyampaikan bahwa perusahaan menyiapkan teknologi, tata kelola, dan organisasi agar pertumbuhan bisa berlangsung berkelanjutan. Pandangan itu memperlihatkan bahwa stock split bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendukung arah bisnis perseroan.
Sentimen pasar ikut menguat
Selain kebijakan korporasi tersebut, saham CYBR memang sudah lebih dulu menarik perhatian pasar. Dalam setahun terakhir, saham ini tercatat naik 354,43 persen, dan pada awal Januari 2026 sempat menyentuh Rp 1.845 per saham sebelum penyesuaian harga akibat stock split dilakukan.
Kenaikan tajam itu membuat saham ITSEC Asia masuk radar pelaku pasar modal. Gerak harga yang agresif biasanya dibaca sebagai respons atas kombinasi sentimen positif, ekspektasi pertumbuhan, dan kabar fundamental yang dinilai mendukung prospek emiten.
Manajemen menilai respons pasar terhadap CYBR tidak lepas dari informasi material yang muncul dari unit usaha perusahaan. Kabar tersebut ikut membentuk persepsi investor terhadap potensi bisnis yang sedang dijalankan perseroan.
Kontrak strategis bernilai Rp 1 triliun
Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Doni Mora, menjelaskan bahwa salah satu pendorong perhatian pasar adalah pencapaian PT ITSEC Cyber Academy. Anak usaha itu menandatangani perjanjian kerja sama strategis dengan PT Republik Technetronic Nusantara, yang disebut sebagai penyedia layanan bagi Kementerian Pertahanan RI.
Nilai kontrak itu mencapai 60 juta dollar AS atau setara Rp 1 triliun. Doni menyebut perusahaan menduga keterbukaan informasi mengenai kontrak bernilai material tersebut menjadi salah satu pemicu utama respons positif investor terhadap saham CYBR.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pasar tidak hanya melihat stock split sebagai alasan naiknya minat, tetapi juga membaca peluang pendapatan dari kerja sama strategis di bidang pertahanan. Dengan demikian, fokus investor bergerak ke arah kombinasi antara kebijakan korporasi dan prospek bisnis yang lebih besar.
Penyesuaian pengurus dan arah bisnis
RUPSLB juga mengesahkan perubahan anggaran dasar terkait tugas direksi. Dalam rapat yang sama, perusahaan mencatat wafatnya Direktur Bima Kurniawan pada 14 Februari 2026, sehingga susunan pengurus harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.
Dalam struktur terbaru, Patrick Rudolf Dannacher tetap menjabat sebagai Presiden Direktur bersama jajaran direksi lainnya. Penataan ini menempatkan perusahaan pada posisi yang tetap aktif menjaga kesinambungan operasional di tengah sorotan pasar yang meningkat.
ITSEC Asia sendiri masih berfokus pada layanan keamanan siber untuk berbagai sektor vital nasional. Di saat yang sama, perusahaan juga mengandalkan platform lokal IntelliBro sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis jangka panjang di pasar Asia, sementara stock split dan kontrak strategis memberi sinyal bahwa CYBR sedang berada dalam fase yang semakin diperhatikan pasar.





