Di Barcelona, Pau Cubarsi sudah dibaca sebagai salah satu sosok yang tak hanya kuat di lini belakang, tetapi juga punya modal untuk tumbuh sebagai pemimpin. Bek berusia 19 tahun itu bahkan mulai membuka ambisi yang lebih besar: suatu hari ingin mengenakan ban kapten.
Keinginan itu tidak lahir dari euforia sesaat. Cubarsi justru menempatkan pengalaman sebagai syarat utama sebelum layak memikul tanggung jawab sebesar kapten Barcelona.
Langkahnya masih panjang
Sikap hati-hati itu terlihat jelas ketika Cubarsi membicarakan masa depannya. Ia tidak menutupi target pribadi tersebut, tetapi juga tidak ingin dipandang terlalu cepat sebagai kandidat pemimpin ruang ganti.
“Saya 19 tahun dan perjalanan saya masih panjang. Tapi saya harus mengumpulkan pengalaman dan itu akan membantu saya menjadi pemimpin,” ujar Cubarsi kepada Catalunya Radio.
Pernyataan itu menggambarkan cara pandangnya yang realistis. Meski sudah menjadi bagian penting dari tim utama, ia tetap memilih fokus pada proses berkembang sebagai pemain dan sebagai sosok yang lebih matang di lapangan.
Peran bek tengah memberi sudut pandang khusus
Cubarsi juga melihat posisinya sebagai bek tengah punya nilai tambah dalam membangun jiwa kepemimpinan. Bersama kiper, ia merasa bisa memantau seluruh area permainan dari belakang.
Dari sudut itu, ia menilai bek bukan hanya tugasnya menghentikan serangan lawan. Ada pula kemampuan membaca alur pertandingan dan memahami pergerakan tim secara lebih utuh, yang menurutnya penting untuk berkembang sebagai pemimpin.
“Karena sebagai bek, bersama kiper, kami bisa melihat seluruh lapangan. Itu penting untuk terus berkembang dari sisi tersebut,” katanya.
Peran yang terus membesar di tim utama
Nama Cubarsi kini juga semakin lekat dengan Barcelona lewat kontribusinya di tim utama. Sejauh ini, ia sudah mencatat 128 penampilan, dengan sumbangan dua gol dan lima assist.
Catatan itu membuat statusnya berubah dari sekadar talenta muda akademi menjadi bagian yang semakin penting dalam struktur skuad. Namun, besar peran tersebut tidak membuatnya tergesa-gesa melangkahi tahap perkembangan yang menurutnya masih harus dijalani.
Dukungan untuk arah permainan Barcelona
Di luar ambisi pribadinya, Cubarsi juga memberi sinyal dukungan terhadap proyek Hansi Flick di Barcelona. Ia menyambut positif keberlanjutan sang pelatih hingga 2028 mendatang.
Bek muda itu percaya Flick bisa membawa klub meraih lebih banyak trofi lewat filosofi permainan yang sudah diterapkan. Ia juga menilai keselarasan antara pemain dan pelatih akan sangat menentukan stabilitas performa tim.
“Manajer punya filosofi dan kami akan mengikutinya hingga ujung dunia, kami memenangkan banyak gelar bermain dengan filosofi ini,” kata Cubarsi.
Bagi Barcelona, munculnya sosok seperti Cubarsi memberi gambaran bahwa kepemimpinan di ruang ganti bisa tumbuh dari pemain yang memahami permainan dari belakang. Ia belum memikirkan ban kapten sebagai sesuatu yang harus diraih cepat, tetapi justru sedang membangun fondasi yang bisa membawanya ke sana.
Source: www.medcom.id