Napoli memasuki laga terakhir Serie A dengan dua beban sekaligus: menjaga peluang finis sebagai runner-up dan menghadapi bayang-bayang perpisahan Antonio Conte. Pertemuan dengan Udinese di Stadion Diego Armando Maradona pada Minggu (24/5/2026) pukul 23.00 WIB diperkirakan menjadi malam yang penuh emosi bagi tim dan tifosi.
Suasana di stadion sudah diprediksi berbeda sejak sebelum sepak mula. Sejumlah laporan media Italia dan Fabrizio Romano menyebut Conte telah memilih untuk pergi meski kontraknya belum habis, dan pelatih berusia 56 tahun itu dikaitkan dengan tantangan baru bersama Timnas Italia.
Conte dan jejak singkat yang langsung meninggalkan dampak
Kehadiran Conte di Napoli sejak 5 Juni 2024 membawa hasil yang langsung terasa. Dalam dua musim, ia mempersembahkan gelar Serie A 2024/2025 dan trofi Supercoppa Italiana 2025/2026.
Catatan itu membuat namanya mendapat tempat khusus di hati pendukung Napoli. Karena itu, laga kontra Udinese tidak hanya dipandang sebagai pertandingan penutup musim, tetapi juga sebagai momen yang berpotensi menjadi salam perpisahan untuk pelatih yang mengangkat kembali prestasi klub.
Napoli masih punya target di partai terakhir
Meski nuansa emosionalnya kuat, Napoli tetap membawa misi yang penting ke laga ini. I Partenopei ingin menutup musim dengan kemenangan di depan publik sendiri setelah memastikan tiket ke Liga Champions musim depan.
Saat ini Napoli berada di posisi kedua dengan 73 poin. Mereka hanya unggul tiga angka atas AC Milan dan AS Roma yang membuntuti di urutan ketiga dan keempat, sehingga posisi runner-up masih harus diamankan sampai laga terakhir selesai.
Bagi Napoli, hasil positif akan memberi penutup ideal sebelum memasuki fase baru. Situasi itu membuat duel melawan Udinese jauh dari sekadar formalitas.
Udinese datang tanpa tekanan besar, tetapi tetap berbahaya
Udinese menempati peringkat 10 dengan 50 poin. Posisi tersebut membuat mereka tampil tanpa beban besar, meski Napoli tetap tidak bisa meremehkan lawan yang sempat memberi kejutan pada musim ini.
Peringatan paling jelas datang dari pertemuan sebelumnya, ketika Udinese menang 1-0 atas Napoli. Hasil itu menjadi pengingat bahwa tuan rumah tetap perlu menjaga fokus, terutama saat atmosfer pertandingan berpotensi terpengaruh emosi perpisahan Conte.
Secara rekor head-to-head, Napoli masih unggul. Dari 39 pertemuan sejak 2007, Napoli meraih 21 kemenangan, Udinese menang enam kali, dan 12 laga lainnya berakhir imbang.
Modal kandang dan prediksi susunan pemain
Bermain di Stadion Diego Armando Maradona tetap memberi keuntungan bagi Napoli. Dalam enam pertemuan terakhir kedua tim, Napoli mencatat dua kemenangan dan tiga hasil imbang, sedangkan Udinese hanya sekali menang.
Napoli diperkirakan turun dengan Alex Meret, Sam Beukema, Amir Rrahmani, Alessandro Buongiorno, Giovanni Di Lorenzo, Stanislav Lobotka, Scott McTominay, Leo Spinazzola, Elif Elmas, Rasmus Højlund, dan Alisson Santos. Antonio Conte masih tercatat sebagai pelatih yang menangani skuad tersebut.
Udinese diprediksi mengandalkan Maduka Okoye, Thomas Kristensen, Christian Kabasele, Oumar Solet, Juan Arizala, Hassane Kamara, Arthur Atta, Lennon Miller, Jesper Karlstrom, Adam Buksa, dan Keinan Davis. Tim itu dilatih Kosta Runjaic.
Dengan beban klasemen, sejarah pertemuan yang masih memihak tuan rumah, dan kemungkinan perpisahan dengan Conte, laga di Maradona diperkirakan berlangsung intens sejak menit awal. Napoli datang untuk menutup musim dengan hasil terbaik, sementara para tifosi mungkin bersiap memberi penghormatan terakhir kepada pelatih yang sudah membawa mereka kembali ke puncak prestasi.
Source: www.beritasatu.com




