Empat gol ke gawang Cremonese mengantar Como 1907 ke momen yang selama ini mereka kejar. Bukan hanya menang besar, klub milik pengusaha Indonesia itu juga memastikan tempat di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Pencapaian itu terasa makin lengkap karena tiket ke empat besar Serie A tidak hanya ditentukan oleh hasil di Stadio Giovanni Zini. Di laga lain, AC Milan ikut kalah dari Cagliari, sehingga posisi Como di zona Liga Champions tidak lagi bisa digeser.
Tekanan sejak awal
Pertandingan berjalan terbuka karena kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan. Como memilih langsung mengambil inisiatif dan beberapa kali memberi ancaman, termasuk lewat sundulan Assane Diao yang hanya melenceng tipis dari sasaran.
Upaya itu menjadi awal dari dominasi tim tamu. Pada menit ke-36, Diao menusuk dari sisi kiri dan melepaskan umpan silang berbahaya yang memaksa Emil Audero bekerja keras sebelum bola liar dimanfaatkan Jesus Rodriguez untuk membuka keunggulan 1-0.
Babak kedua milik Como
Selepas jeda, Como tetap menjaga tempo permainan. Enam menit setelah babak kedua dimulai, Jesus Rodriguez kembali terlibat dalam proses gol ketika ia mengirim bola ke tiang jauh dan Anastasios Douvikas menyambutnya dengan tap-in mudah untuk membuat skor menjadi 2-0.
Cremonese sempat mendapat jalan kembali ke pertandingan pada menit ke-55. Jamie Vardy dilanggar Jacobo Ramon di kotak terlarang, lalu Federico Bonazzoli menuntaskan penalti untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
VAR mengubah arah laga
Momen itu tidak bertahan lama karena keputusan wasit lewat VAR mengubah situasi. Alberto Grassi diganjar kartu merah langsung pada menit ke-70, dan Como juga memperoleh penalti dari insiden yang sama.
Lucas Da Cunha mengeksekusi penalti itu pada menit ke-74 untuk menjauhkan Como 3-1. Tujuh menit berselang, Da Cunha kembali mencatat nama di papan skor melalui tembakan keras menyusur tanah ke tiang dekat yang tak mampu dihentikan Emil Audero.
Como bahkan sempat nyaris menambah gol kelima melalui Sergi Roberto. Namun, VAR menganulir gol tersebut karena Alvaro Morata lebih dulu berada dalam posisi offside.
Malam bersejarah untuk Como, akhir pahit bagi Cremonese
Setelah peluit akhir, para pemain Como merayakan keberhasilan yang menandai babak baru klub. Lolos ke Liga Champions menjadi pencapaian terbesar mereka sejak kepemilikan klub berpindah ke tangan investor asal Indonesia.
Bagi Cremonese, hasil ini justru membawa konsekuensi berat. Kekalahan dari Como memastikan mereka terdegradasi ke Serie B musim depan, sementara Emil Audero harus menerima malam yang sulit setelah gawangnya kebobolan empat kali.
Dengan kemenangan ini, Como tidak sekadar mengakhiri musim dengan tiga poin. Mereka menutup kompetisi di empat besar klasemen akhir Serie A dan mengamankan tiket ke Liga Champions yang selama ini menjadi target besar klub.
Source: www.medcom.id




