Persaingan Makin Ketat Di Timnas, Sikap Tenang Egy Justru Menguatkan Garuda

Bagi Egy Maulana Vikri, pintu Timnas Indonesia belum tertutup hanya karena namanya kembali tidak masuk daftar pemain untuk agenda FIFA Matchday Juni. Sikap tenang itu justru memberi pesan lain: persaingan di skuad Garuda sedang berada di level yang sehat dan mendorong kualitas tim naik.

Winger berusia 25 tahun itu memilih melihat pencoretan sebagai bagian normal dari proses seleksi. Ia tidak memperpanjang situasi, dan justru menekankan bahwa keputusan akhir ada di tangan tim pelatih.

Egy menilai kondisi seperti ini sebagai sesuatu yang wajar ketika banyak pemain berkualitas berebut tempat. Baginya, kompetisi yang ketat bukan masalah, melainkan tanda bahwa Indonesia punya banyak opsi di lini serang.

“Tidak masalah. Semakin ketat persaingannya, justru semakin bagus untuk Indonesia,” kata Egy dikutip dari Antara. Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang dipilih tetap perlu dihormati karena keputusan itu dibuat demi kepentingan tim.

Dari sudut pandang Egy, persaingan internal yang tajam seharusnya membuat pemain semakin terpacu. Ia bahkan berharap pelatih dibuat sulit dalam menentukan susunan terbaik karena banyaknya pilihan yang tersedia.

“Lebih baik pelatih dibuat pusing memilih pemain terbaik. Semoga Indonesia terus berkembang, bisa meraih gelar, lolos ke Piala Dunia, dan tampil baik di level Asia,” ujarnya.

Situasi ini membuat Egy belum mencatatkan menit bermain resmi bersama John Herdman. Sebelumnya, namanya juga tidak masuk skuad pada turnamen persahabatan FIFA Series yang berlangsung Maret lalu.

Meski begitu, kondisi tersebut tidak membuatnya larut dalam kekecewaan. Egy memilih fokus pada hal yang bisa ia kendalikan, yaitu tampil maksimal bersama Dewa United agar peluang kembali ke Timnas Indonesia tetap terbuka.

Pendekatan itu memperlihatkan sisi profesional yang konsisten. Di tengah persaingan yang makin padat, performa di level klub tetap menjadi jalan utama untuk kembali dilirik tim nasional.

Egy juga sempat merasakan langsung sesi singkat bersama Herdman dalam pemusatan latihan selama lima hari di Jakarta pekan lalu. Agenda itu digelar sebagai persiapan menuju turnamen Piala AFF 2026 akhir Juli nanti.

Dari pertemuan singkat itu, Egy mengaku mendapat banyak pelajaran. Ia menyebut Herdman sebagai pelatih yang sangat teliti dan penuh semangat dalam membangun tim.

“Coach John adalah pelatih yang sangat teliti dan penuh semangat,” ucap Egy. Ia berharap pengalaman tersebut bisa ikut membantu dirinya saat kembali menjalani latihan dan pertandingan bersama klub.

Kehadiran Herdman di kursi pelatih juga memberi warna baru pada arah perkembangan tim nasional. Egy menaruh harapan besar agar pelatih asal Inggris itu dan para pemain bisa meraih sukses bersama dalam jangka panjang.

Walau belum mendapat kesempatan tampil di bawah asuhan Herdman dalam pertandingan resmi, rekam jejak Egy di timnas tetap menjadi catatan yang diperhitungkan. Sejak debut pada 2018, ia sudah menyumbang delapan gol dan tiga assist untuk Indonesia.

Catatan itu ia ukir melintasi beberapa era kepelatihan, mulai dari Luis Milla, Shin Tae-yong, hingga Patrick Kluivert. Di sisi lain, Herdman sendiri baru memimpin dua laga internasional bersama Indonesia, yakni menang 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis serta kalah tipis 0-1 dari Bulgaria.

Kondisi yang dihadapi Egy pada akhirnya menggambarkan betapa ketatnya persaingan di skuad Garuda saat ini. Setiap pemain dituntut menjaga standar tinggi agar tetap masuk dalam rencana tim nasional ke depan.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button