Keberangkatan Timnas Indonesia U-17 ke Arab Saudi membawa perubahan besar pada komposisi skuad yang sudah disiapkan sebelumnya. Dari rombongan yang berangkat, pelatih Kurniawan memutuskan mencoret enam pemain, dengan Mierza Firjatullah menjadi salah satu nama yang paling disorot karena mengalami cedera hamstring.
Langkah itu diambil menjelang Piala Asia U-17 2026, ketika tim harus menyesuaikan daftar akhir dengan ketentuan turnamen yang hanya memperbolehkan 23 pemain masuk ke skuad resmi. Situasi ini membuat proses seleksi akhir berlangsung ketat, terlebih Garuda Muda sebelumnya sempat bekerja dengan komposisi yang lebih besar dalam pemusatan latihan.
Skuad dipangkas sesuai aturan turnamen
Sebelum bertolak ke Arab Saudi, Timnas U-17 menjalani pemusatan latihan dengan 26 pemain. Komposisi itu sempat diproyeksikan bertambah menjadi 29 nama setelah tiga pemain diaspora direncanakan bergabung.
Namun, aturan turnamen memaksa tim pelatih menutup daftar lebih cepat dan memilih pemain yang paling siap untuk kebutuhan kompetisi. Dari total nama yang sempat disiapkan, hanya 23 pemain yang akhirnya bisa didaftarkan untuk Piala Asia U-17 2026.
Kurniawan disebut mengambil keputusan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi fisik pemain, kesiapan tim, dan kebutuhan taktik di lapangan. Pemangkasan ini juga membuat sejumlah pemain yang sempat mengikuti latihan terpaksa tidak ikut rombongan utama ke Arab Saudi.
Mierza tidak dipaksakan pulih
Nama Mierza Firjatullah ikut tersisih dari daftar akhir karena mengalami cedera hamstring. Kondisinya sudah lebih dulu dibahas bersama tim medis sebelum keputusan final diambil, sehingga tim memilih tidak mengambil risiko dengan memaksakan sang pemain bermain.
“Kalau memang tidak bisa bermain, kami tidak akan paksakan karena hamstring lumayan parah,” ujar Kurniawan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa prioritas tim bukan hanya menyusun skuad paling kompetitif, tetapi juga menjaga agar cedera pemain tidak makin berat.
Selain Mierza, lima pemain lain yang dicoret dari daftar akhir adalah Syahdan Caesar, Handri Dimas, Shoyyo Himawan, Alfa Al Faruqi Rangkayo, dan I Komang Semadi. Setelah proses seleksi selesai, para pemain tersebut dikembalikan ke klub masing-masing.
Dua pemain diaspora menyusul ke lokasi turnamen
Dari tiga pemain diaspora yang diproyeksikan bergabung, baru Matthew Baker yang ikut terbang dari Jakarta bersama rombongan tim. Sementara itu, Noha Pohan dan Mike Rajasa belum masuk dalam penerbangan awal menuju Arab Saudi.
Kurniawan menjelaskan bahwa keduanya akan langsung menyusul ke lokasi turnamen. Karena itu, rombongan yang berangkat dari Jakarta tercatat berjumlah 21 pemain, bukan 23, karena dua nama tersebut baru bergabung di tempat tujuan.
Kehadiran pemain diaspora tetap menjadi bagian penting dalam persiapan Timnas U-17. Meski begitu, seluruh keputusan tetap diarahkan pada kebutuhan teknis tim dan batas jumlah pemain yang diatur penyelenggara.
Fokus beralih ke Piala Asia U-17 2026
Piala Asia U-17 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5-22 Mei mendatang dan menjadi ajang penting bagi Garuda Muda untuk menguji kemampuan di level Asia. Dengan skuad yang sudah dipadatkan, tim kini memasuki tahap persiapan yang lebih spesifik menghadapi lawan-lawan kuat di turnamen tersebut.
Keberangkatan ke Arab Saudi menandai masuknya Timnas Indonesia U-17 ke fase kompetitif yang sesungguhnya. Di tengah penyesuaian daftar pemain dan absennya beberapa nama, perhatian tim pelatih kini tertuju pada bagaimana para pemain yang tersedia bisa tampil solid dalam menjalankan rencana permainan yang sudah disiapkan.
Source: sport.detik.com




