Persaingan pasar kendaraan energi baru penumpang di China semakin padat pada April, tetapi jarak BYD dengan para pesaing masih terlihat sangat lebar. Di tengah total grosir yang diperkirakan mencapai 1,22 juta unit, merek itu mencatat 314.100 unit dan tetap nyaman di puncak daftar.
Dorongan pasar datang dari kombinasi harga minyak internasional yang masih tinggi dan sentimen yang membaik setelah Beijing Auto Show pada April. China Passenger Car Association atau CPCA menilai kondisi tersebut ikut mengangkat permintaan, sementara produksi besar dari para pemain utama menjaga volume tetap tinggi.
Pasar kembali menguat
CPCA memperkirakan penjualan grosir kendaraan energi baru penumpang naik 7% secara tahunan dan 7% secara bulanan pada April. Kenaikan ini menegaskan pemulihan yang sudah mulai terlihat sejak Maret, saat industri perlahan keluar dari pola lesu musiman di awal tahun.
Lembaga itu juga menyebut banyak produsen besar mencatat penjualan April terbaik sepanjang sejarah mereka. Percepatan elektrifikasi serta hadirnya sejumlah model baru yang disebut blockbuster ikut menambah tenaga bagi pasar.
Dalam struktur pasar Maret, produsen dengan penjualan grosir di atas 10.000 unit menyumbang 92% dari total volume NEV grosir. CPCA memperkirakan kelompok yang sama menyumbang sekitar 1,13 juta unit pada April, sehingga penopang utama pasar tetap berada di tangan pemain besar.
NEV di China mencakup battery electric vehicles, plug-in hybrid electric vehicles, dan fuel cell vehicles. Rincian masing-masing kategori akan diumumkan kemudian pada bulan ini.
BYD tetap jauh di depan
Di antara para produsen, BYD masih tidak tersentuh dengan 314.100 unit. Angka itu mempertegas posisinya sebagai pemimpin pasar saat volume keseluruhan terus naik.
Di bawah BYD, Geely Auto berada di posisi kedua dengan 135.591 unit. Chery menempati urutan ketiga dengan 93.058 unit, sedangkan Tesla China berada di posisi keempat dengan 79.478 unit.
Leapmotor melengkapi lima besar dengan 71.387 unit. Setelah itu, Changan mencatat 57.370 unit, SAIC-GM-Wuling membukukan 45.684 unit, dan SAIC Passenger Vehicle meraih 43.139 unit.
Persaingan lapis tengah makin rapat
Kelompok menengah menunjukkan jarak yang jauh lebih tipis antarmerek. Dongfeng mencatat 37.499 unit, sementara Li Auto dan Xpeng masing-masing membukukan 34.085 unit dan 31.011 unit.
Seres berada di angka 30.168 unit, hanya sedikit di atas Xiaomi EV yang mencapai 30.000 unit. Nio menyusul dengan 29.356 unit, lalu GAC Aion dengan 27.672 unit dan Great Wall Motor dengan 26.777 unit.
Arcfox mencatat 17.658 unit, sedangkan GAC Toyota menembus 13.078 unit. Di kelompok berikutnya, SAIC-GM membukukan 10.162 unit dan IM Motors tepat di bawahnya dengan 10.016 unit.
Merek lama masih bergerak, tetapi volumenya kecil
Sejumlah merek lama masih ikut menyumbang volume, meski skalanya belum sebesar para pemain utama. Dongfeng Nissan mencatat 9.394 unit, FAW Hongqi 8.578 unit, dan SAIC-Volkswagen 7.769 unit.
FAW Bestune membukukan 7.416 unit, GAC Trumpchi mencapai 6.588 unit, dan Spotlight berada di 6.506 unit. Changan Mazda mencatat 4.734 unit, sementara Seres Hubei berada di 3.513 unit.
Di bagian bawah daftar, BAIC mencatat 2.952 unit, Beijing Automobile Works 2.576 unit, dan BMW Brilliance 2.327 unit. JAC membukukan 1.831 unit, SAIC Maxus 1.411 unit, FAW Toyota 1.099 unit, serta FAW-Volkswagen 983 unit.
Yueda Kia mencatat 700 unit dan Livan Auto 575 unit. Sisa kategori lain menyumbang 13.759 unit, menunjukkan pasar masih tersebar di banyak pemain meski volume utamanya tetap terkonsentrasi pada merek besar.
Source: cnevpost.com




