Bukan Sekadar Mahkota, Empat Muslimah Jabar Ini Disiapkan Jadi Penggerak Kebaikan Nasional

Ajang Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026 tidak berhenti pada penentuan siapa yang paling unggul di malam final. Gelaran yang berlangsung di Bandung itu justru menegaskan arah baru kompetisi ini, yakni menyiapkan perempuan muslim yang mampu hadir sebagai sosok berdaya di ruang digital dan di tengah masyarakat.

Empat nama pun muncul sebagai wakil terbaik Jawa Barat untuk melangkah ke tingkat nasional. Khaira Lubna Muyassar keluar sebagai juara utama, disusul Najwa Nurul Aulia, Difa Lintang Mareta, dan Nashwa Salwa Putri yang mengisi posisi berikutnya.

Proses menuju empat besar itu dijalani lewat penilaian yang ketat. Dewan juri diisi oleh figur-figur yang berpengalaman, mulai dari Lidya Agustin selaku Founder & CEO Putri Hijabfluencer Indonesia, Rifa Nursofia Zulfiani sebagai Regional Director Putri Hijabfluencer Jawa Barat, hingga Mudya Ayu Permatasari yang menjabat CEO MUDY sekaligus Pembina Program Putri Hijabfluencer Jawa Barat.

Jajaran penilai juga diperkuat Tarisha Oktaviani Hermansyah, sosok yang pernah meraih gelar Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2025 dan RU 1 Putri Hijabfluencer Indonesia 2025. Nama dr. Sindy Setiawati, pendiri Jabar Zillenial, turut masuk dalam panel yang menentukan para finalis terbaik tersebut.

Sebelum memasuki malam puncak, para finalis lebih dulu menjalani karantina dengan pembekalan yang dirancang cukup beragam. Materi yang diberikan mencakup kajian Islami, public speaking, creator affiliate, kesehatan gigi, self makeup, kesehatan kulit, dan kecantikan kulit.

Pembekalan itu disampaikan oleh para pemateri sesuai bidang masing-masing. Kajian Islami dibawakan Desi Ncim, public speaking disampaikan Nova Ahmad Tamimi, creator affiliate dipandu Mudya Ayu Permatasari, sedangkan kesehatan gigi, self makeup, kesehatan kulit, dan kecantikan kulit masing-masing disampaikan oleh Dr. drg. Julia Famor Pratami, Sofina Fachlan, Irene Sugihrehardja, dan dr. Ika Miqradhini.

Para peserta yang mengikuti rangkaian intensif ini datang dari berbagai nama finalis yang telah melewati tahap penyaringan sebelumnya. Mereka adalah Amalia Lailatul, Asri Maulanasari, Ayu Puspa, Azalia Seravina, De Intan, Dhea Atha, Dian Nurhidayah, Fatila Nurulita, Gladys Izzati, Inas Nuha, Ipak Rizky, Rahma Septiani, Raisyah Dini, Rindu Amalia, Sarah Azmi, Saluna Zahra, Sophia Adela, Tia Oktavia, Tiara Ayu Putri, dan Windi Nur Safitri.

Di balik rangkaian penilaian dan pembekalan itu, arah besar kompetisi ini terlihat cukup jelas. Rifa Nursofia Zulfiani menekankan bahwa Putri Hijabfluencer Jawa Barat disiapkan sebagai ruang positif bagi perempuan muslim di daerah itu, bukan sekadar panggung untuk menampilkan visual dan kemampuan berbicara di depan publik.

Menurutnya, figur yang dicari harus memiliki kedalaman berpikir, kepribadian yang baik, serta akhlak yang mulia. Kehadiran Putri Maudi Kusnaedi sebagai Pembina Organisasi dan Mudya Ayu Permatasari sebagai Pembina Program disebut ikut memperkuat fondasi pembinaan karakter para finalis.

Rifa juga menempatkan kemenangan para pemenang sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mahkota dan selempang, menurut arah pembinaan ajang ini, tidak boleh berhenti sebagai simbol kecantikan semata.

Dengan hasil grand final tersebut, empat muslimah terbaik Jawa Barat kini resmi membawa langkah ke panggung nasional. Harapan yang disematkan kepada mereka bukan hanya prestasi, melainkan juga kemampuan menjadi trendsetter kebaikan, konsisten menghadirkan konten edukatif, dan tampil sebagai teladan bagi generasi muda, khususnya di Jawa Barat.

Khaira Lubna Muyassar kini berdiri di barisan terdepan bersama Najwa Nurul Aulia, Difa Lintang Mareta, dan Nashwa Salwa Putri. Keempatnya membawa gelar, sekaligus amanah untuk memperluas dampak positif di ruang digital maupun di kehidupan sosial sehari-hari.

Source: timesindonesia.co.id

Baca Juga

Back to top button