Banyak pemilik mobil hybrid masih mengira BBM untuk kendaraan semacam ini harus selalu beroktan tinggi. Padahal, pada Toyota Veloz Hybrid, bensin RON 90 masih masuk kategori aman selama tetap mengikuti spesifikasi yang dianjurkan pabrikan.
Yang lebih penting dari sekadar mengejar angka oktan adalah kesesuaian bahan bakar dengan mesin. Toyota menegaskan bahwa bahan bakar yang dipakai harus tanpa timbal, dan untuk campuran etanol pun masih ada batas yang jelas.
Di buku panduan, Toyota merekomendasikan bensin tanpa timbal dengan angka oktan RON 90 atau lebih tinggi. Untuk standar octane rating, angka yang disebut adalah 86, sehingga pengguna tidak perlu terburu-buru memilih BBM yang lebih tinggi dari kebutuhan mesin.
Jika memakai campuran etanol, kadar yang diperbolehkan maksimal 20 persen. Campuran itu tetap harus memenuhi angka oktan yang sudah ditentukan agar karakter pembakaran tetap sesuai dengan rancangan mesin.
Mesin hybrid tetap bergantung pada BBM yang tepat
Toyota Veloz Hybrid menggunakan mesin berkode 2NR-VEX berkapasitas 1.496 cc. Mesin bensin ini dipadukan dengan baterai lithium ion 4,3 Ah untuk mendukung sistem hybrid yang dibawanya.
Di atas kertas, mesin bensinnya menghasilkan tenaga 91 PS dengan torsi 121 Nm. Motor listriknya menyumbang tenaga 80 PS dan torsi 141 Nm, sehingga pemilihan BBM tetap tidak bisa dilakukan sembarangan.
Meski mobil masih bisa berjalan dengan bensin beroktan lebih rendah, kondisi itu bukan berarti cocok untuk pemakaian jangka panjang. Penggunaan BBM yang tidak sesuai dapat memengaruhi performa kendaraan dan berisiko menimbulkan masalah pada mesin.
Karena itu, buku panduan kendaraan tetap menjadi acuan utama bagi pemilik. Untuk Toyota Veloz Hybrid, arahnya sudah jelas: pakai bensin tanpa timbal dengan RON 90 atau lebih tinggi, dan jika menggunakan etanol, batasi sampai 20 persen.
Pembaruan fitur dan rentang harga
Selain soal bahan bakar, Veloz Hybrid juga mendapat penyegaran pada fitur keselamatan. Salah satu yang disorot adalah penambahan pada Toyota Safety Sense atau TSS sebagai jawaban atas masukan pelanggan.
Fitur Adaptive Cruise Control atau ACC ikut masuk dalam daftar pembaruan. Sistem ini membantu pengemudi menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan sambil menyesuaikan kecepatan mengikuti kondisi lalu lintas.
Dari sisi harga, Veloz Hybrid dipasarkan mulai Rp 303 juta hingga Rp 389 juta. Pilihannya mencakup varian standar sampai Modellista dengan TSS dan opsi two tone.
| Varian | Harga |
|---|---|
| Veloz Hybrid V (non-premium color) | Rp 308 juta |
| Veloz Hybrid V (premium color) | Rp 304,5 juta |
| Veloz Hybrid Q (non-premium color) | Rp 325 juta |
| Veloz Hybrid Q (premium color) | Rp 326,5 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista (non-premium color) | Rp 350 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista (premium color) | Rp 351,5 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista Two Tone (non-premium color) | Rp 352,5 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista Two Tone (premium color) | Rp 354 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista with TSS (non-premium color) | Rp 385 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista with TSS (premium color) | Rp 386,5 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista with TSS Two Tone (non-premium color) | Rp 387,5 juta |
| Veloz Hybrid Q Modellista with TSS Two Tone (premium color) | Rp 389 juta |
Bagi calon pembeli, harga tentu menjadi pertimbangan penting. Namun setelah mobil dibawa pulang, hal paling mendasar justru ada pada pemilihan BBM yang sesuai agar performa dan daya tahan mesin tetap terjaga.
Source: oto.detik.com




