Brebes Diperkuat Dana Rp28,01 Miliar, Pemprov Jateng Dorong Jalan Keluar Dari Kemiskinan Ekstrem

Brebes sedang mendapat dorongan besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem. Nilai bantuan yang digelontorkan mencapai Rp28,01 miliar dan diarahkan ke sektor-sektor yang paling dekat dengan kebutuhan dasar warga.

Pola bantuan itu menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan di Brebes tidak diperlakukan sebagai isu tunggal. Dukungan menyentuh pendidikan, pertanian, sosial, hingga infrastruktur, sehingga penanganannya diarahkan pada sumber masalah sekaligus penguatan kualitas hidup masyarakat.

Fokus bantuan tidak berhenti pada bantuan langsung

Dana Rp28,01 miliar tersebut mencakup sejumlah program yang saling melengkapi. Di dalamnya ada dukungan pendidikan, rehabilitasi irigasi pertanian, bantuan sosial kelompok usaha produktif, pembangunan rumah bagi korban bencana, pengembangan wisata, serta revitalisasi fasilitas pelatihan kerja di Kabupaten Brebes.

Susunan program itu memperlihatkan bahwa intervensi pemerintah tidak hanya menyasar kebutuhan sesaat. Arah kebijakannya juga dibuat untuk memperkuat kemampuan ekonomi warga dan membuka ruang pemulihan yang lebih tahan lama.

Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menilai dukungan tersebut sangat berarti bagi daerahnya. Ia menyebut nilai bantuan itu besar dan menjadi penguatan penting bagi program pengentasan kemiskinan yang sedang dijalankan pemerintah kabupaten.

Brebes masih masuk daerah prioritas

Brebes tetap menjadi wilayah prioritas dalam penanganan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah. Karena itu, tambahan dukungan dari provinsi dipandang sebagai langkah yang memperkuat pekerjaan yang sudah berjalan di tingkat daerah.

Pemerintah Kabupaten Brebes sendiri telah menjalankan program di bidang kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan perbaikan rumah warga. Dengan masuknya bantuan baru, pemerintah daerah berharap percepatan pembangunan bisa berjalan lebih kuat dan lebih terarah.

Paramitha menjelaskan bahwa tujuan akhirnya adalah menurunkan angka kemiskinan melalui penguatan layanan dasar. Ia juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas hidup warga agar dampaknya tidak hanya terasa pada satu sektor saja.

Kerja bersama provinsi dan kabupaten jadi penentu

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menekankan bahwa penanganan kemiskinan ekstrem harus dikerjakan bersama. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah bergerak serempak agar persoalan itu bisa ditangani sampai ke tingkat desa.

Pendekatan lintas sektor ini dinilai penting karena kemiskinan ekstrem berkaitan dengan banyak kebutuhan dasar sekaligus. Karena itu, penanganannya tidak cukup jika hanya dibebankan pada satu dinas atau satu program saja.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Luthfi juga menyoroti potensi Brebes di bidang pertanian, industri, dan investasi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun mendorong peningkatan investasi serta pengembangan kawasan industri baru di wilayah tersebut.

Ruang koordinasi kebijakan dan pemantauan lapangan

Kegiatan Selapanan Gubernur Jawa Tengah di Brebes menjadi ruang untuk mempertemukan program provinsi dan kabupaten dalam satu arah kebijakan. Pola ini menunjukkan bahwa percepatan penanganan kemiskinan ekstrem membutuhkan dukungan anggaran sekaligus koordinasi pelaksanaan yang rapi di lapangan.

Setelah kegiatan itu, Gubernur Jawa Tengah dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi program penanganan kemiskinan ekstrem di Brebes. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Source: rri.co.id

Baca Juga

Back to top button