Brasil Tetap Paling Jauh Di Depan, Peta Juara Piala Dunia Jelang 2026 Makin Menganga

Piala Dunia 2026 akan datang dengan wajah baru, tetapi peta kekuatan sejarah turnamen ini tetap memperlihatkan pola yang lama. Di tengah format yang diperluas menjadi 48 negara, Brasil masih berdiri sendirian di posisi teratas sebagai negara tersukses sepanjang sejarah Piala Dunia FIFA.

Keunggulan itu tidak lahir dari satu generasi saja. Tim Samba mengumpulkan lima gelar dari rentang waktu yang sangat panjang, dan prestasi itu masih belum bisa didekati oleh negara lain yang ikut meramaikan perebutan trofi emas.

Yang membuat posisi Brasil makin menonjol adalah eksklusivitas daftar juara Piala Dunia. Dari 80 negara yang pernah tampil di turnamen ini, hanya delapan yang pernah menjadi kampiun, sehingga gelar juara tetap menjadi pencapaian yang sangat sulit diraih dan lebih sulit lagi dipertahankan.

Brasil memulai dominasinya di Swedia pada 1958, saat Pelé yang baru berusia 17 tahun mulai dikenal dunia. Setelah itu, Brasil kembali juara di Chili 1962, Meksiko 1970, Amerika Serikat 1994, dan Jepang-Korea Selatan 2002.

Rekor Brasil tidak berhenti pada jumlah trofi. Negara ini juga selalu hadir di setiap putaran final Piala Dunia FIFA tanpa pernah absen, sesuatu yang tidak dimiliki negara mana pun dalam sejarah turnamen.

Kekuatan Brasil juga terlihat dari aliran pemain kelas dunia yang terus lahir lintas generasi. Nama-nama seperti Garrincha dan Pelé, Romário dan Ronaldo Nazário, hingga Ronaldinho dan Neymar menjadi bukti bahwa tradisi sepak bola Brasil tetap hidup dari masa ke masa.

Para pengejar terdekat

Di belakang Brasil, ada dua raksasa Eropa yang sama-sama mengoleksi empat gelar, yakni Jerman dan Italia. Keduanya lama menjadi penantang utama dalam percakapan soal supremasi Piala Dunia.

Jerman meraih gelar pertamanya pada 1954 ketika masih bernama Jerman Barat. Setelah itu, mereka menambah trofi pada 1974, 1990, dan 2014, dengan tiga gelar awal diraih sebelum reunifikasi negara.

Italia juga punya garis sejarah yang kuat di panggung ini. Azzurri menjadi juara pada 1934 dan 1938 secara beruntun, lalu menambah dua trofi lagi pada 1982 di Spanyol dan 2006 di Jerman.

Kelompok juara lain

Argentina berada satu tingkat di bawah dengan tiga gelar. Tim ini pertama kali menjadi juara pada 1978 saat menjadi tuan rumah, lalu mengulang sukses pada 1986 di Meksiko bersama Diego Maradona.

Gelar ketiga Argentina datang di Qatar 2022. Lionel Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia setelah Argentina menundukkan Prancis lewat adu penalti di final Stadion Lusail.

Prancis sendiri menjadi salah satu kekuatan modern dengan dua gelar, yakni pada 1998 dan 2018. Uruguay juga tercatat dua kali menjadi juara, dimulai sebagai kampiun perdana pada 1930 dan berlanjut pada 1950.

Di luar itu, hanya ada dua negara lain yang pernah mengangkat trofi. Inggris menjuarai Piala Dunia sekali pada 1966 di kandang sendiri, sedangkan Spanyol meraihnya pada Afrika Selatan 2010.

Era baru, panggung yang lebih besar

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 peserta, naik dari 32 tim. Turnamen ini dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat negara, dengan total 104 pertandingan selama 39 hari.

Tiga negara akan menjadi tuan rumah bersama, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Fase grup dijadwalkan berlangsung pada 12–28 Juni 2026, sebelum berlanjut ke babak 32 besar, 16 besar, hingga final pada 20 Juli 2026 di MetLife Stadium.

Dua tim terbaik dari tiap grup dan delapan peringkat ketiga terbaik akan lolos ke fase gugur. Skema itu menjaga 32 negara tetap berada dalam persaingan di babak penyisihan dan membuka ruang lebih besar bagi tim-tim baru untuk tampil menonjol.

Di tengah perluasan peserta dan format baru yang lebih panjang, Brasil tetap menjadi tolok ukur utama. Negara lain boleh datang dengan ambisi besar, tetapi sejarah masih menunjukkan bahwa jarak menuju status raja Piala Dunia belum berubah jauh.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button