Big Bank Kompak Menahan IHSG, Level 7.100 Gagal Bertahan Di Pagi Hari

Tekanan pada saham perbankan berkapitalisasi besar kembali membuat IHSG sulit mempertahankan area 7.100 pada awal perdagangan. Saat pasar baru berjalan, indeks sempat bergerak ke zona hijau, tetapi kenaikannya tidak bertahan lama dan arah transaksi cepat berbalik.

Pada pukul 09.07 WIB, IHSG tercatat berada di 7.059,32 atau turun 41,88 poin setara 0,58 persen. Data RTI menunjukkan indeks bergerak di rentang 7.050,45 hingga 7.109 pada sesi pagi, dengan nilai transaksi sementara mencapai Rp 1,83 triliun dari volume 4,31 miliar lembar saham dan 230.391 kali frekuensi transaksi.

Big bank langsung menekan indeks

Pelemahan indeks pada pagi hari ini banyak dipicu oleh saham-saham bank besar yang bergerak serempak melemah. BBCA menjadi pemberat utama setelah turun 2,09 persen, disusul BBRI yang terkoreksi 1,63 persen.

BNI atau BBNI juga ikut melemah 1,05 persen. BMRI sempat turun 1,13 persen sebelum kembali bergerak ke posisi harga pembukaan, namun tekanan dari kelompok big bank tetap cukup kuat untuk menahan penguatan IHSG.

Bobot besar saham-saham perbankan membuat dampaknya cepat terasa pada indeks. Ketika beberapa emiten utama di sektor ini terkoreksi bersamaan, ruang IHSG untuk bertahan di atas level psikologis 7.100 menjadi semakin sempit.

Pergerakan pasar masih rapuh

Kondisi pasar pada awal sesi menunjukkan arah transaksi yang belum stabil. Dari total saham yang diperdagangkan, 331 saham melemah, 211 saham menguat, dan 154 saham stagnan.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa tekanan jual belum benar-benar mereda meski IHSG sempat menyentuh 7.103,25 di pembukaan. Pergerakan yang cepat berbalik ke merah mengindikasikan pasar masih sensitif terhadap pelemahan saham-saham unggulan.

Aktivitas transaksi yang cukup tinggi juga menandakan minat pelaku pasar masih ada, tetapi dorongan beli belum cukup kuat untuk menjaga indeks di zona positif. Dalam situasi seperti ini, saham dengan kapitalisasi besar tetap menjadi penentu utama arah pasar pagi.

Daftar pelemahan masih berlanjut di berbagai periode

Koreksi pada awal perdagangan hari ini menambah panjang daftar pelemahan IHSG dalam sejumlah periode terakhir. Secara harian, indeks melemah 0,57 persen, lalu dalam sepekan turun 4,37 persen.

Dalam sebulan terakhir, IHSG juga masih terkoreksi 1,78 persen. Tekanan lebih dalam terlihat pada periode tiga bulan dengan penurunan 22,75 persen, kemudian melemah 14,23 persen dalam enam bulan terakhir.

Meski begitu, kinerja tahunan IHSG masih berada di zona positif. Berdasarkan data yang sama, indeks masih tumbuh 11,80 persen secara year on year.

Level 7.100 masih jadi batas sensitif

Selama tekanan pada saham-saham bank besar belum mereda, pergerakan IHSG berpeluang tetap fluktuatif. Area 7.100 tampak masih menjadi batas yang sangat sensitif bagi pelaku pasar, terutama ketika arah sektor perbankan belum memberikan dukungan yang konsisten.

Dengan kondisi pembukaan yang kembali melemah, pasar akan terus memantau apakah saham-saham unggulan mampu pulih dan membantu indeks kembali bertahan di atas level tersebut. Untuk sementara, dominasi tekanan dari big bank masih menjadi faktor utama yang menahan laju IHSG pagi ini.

Baca Juga

Back to top button