Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur kini ikut dipakai sebagai saluran untuk menahan tekanan harga telur di tingkat peternak. Di Magetan, menu berbahan telur dalam program itu akan diperbanyak agar pasokan dari peternak ayam petelur lokal terserap lebih besar.
Langkah tersebut ditempuh Badan Gizi Nasional setelah harga telur di Kabupaten Magetan terus menurun. BGN menilai penyesuaian menu bisa memberi dampak langsung ke pasar telur, sekaligus membantu produsen di tingkat kandang yang sedang tertekan.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan arahan sudah disampaikan ke seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Jawa Timur. Menurut dia, optimalisasi penggunaan telur dalam MBG tidak hanya menyangkut kebutuhan gizi, tetapi juga fungsi ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Di Magetan, frekuensi penyajian menu telur dalam MBG akan naik menjadi tiga kali dalam sepekan. Sebelumnya, telur hanya hadir dua kali seminggu dalam menu program tersebut.
Keputusan itu diambil setelah BGN berkoordinasi dengan Satgas MBG Kabupaten Magetan. Koordinasi dilakukan karena harga telur yang terus turun di tingkat peternak dinilai perlu direspons lebih cepat agar dampaknya tidak semakin berat.
Selama ini, SPPG di Kabupaten Magetan disebut sudah menyerap pasokan telur dari peternak lokal. Pasokan tersebut tidak diambil dari luar daerah, sehingga perputaran ekonomi masyarakat setempat tetap terjaga melalui kebutuhan bahan pangan program.
Tekanan harga telur di Magetan sebelumnya memicu aksi damai sejumlah peternak ayam petelur. Aksi berlangsung di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam, dengan pembagian sekitar tiga ton telur gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes.
Para peternak juga menyuarakan keberatan karena harga jual telur dinilai terlalu rendah. Mereka menyebut harga di tingkat kandang berada di kisaran Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram, sementara Harga Acuan Pembelian pemerintah ditetapkan Rp26.500 per kilogram.
Dorongan BGN untuk memperbanyak menu telur dalam MBG kini menjadi salah satu upaya meredam tekanan harga tersebut. Di saat yang sama, kebijakan itu juga diarahkan agar program gizi memberi manfaat yang lebih luas bagi peternak lokal di Jawa Timur.
Source: www.jawapos.com




