BGN Berganti Pimpinan, Pemerintah Perkuat Evaluasi dan Penataan MBG

Sorotan atas Badan Gizi Nasional kini tidak hanya tertuju pada pergantian pucuk pimpinan, tetapi juga pada arah pembenahan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Perubahan ini dibaca sebagai penegasan bahwa pemerintah ingin memastikan program prioritas tersebut berjalan lebih kuat, lebih terukur, dan tetap sesuai sasaran.

Bagi sejumlah pihak, langkah itu menunjukkan bahwa MBG tidak diperlakukan sebagai program biasa. Program ini menyangkut perhatian besar publik, karena berkaitan langsung dengan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan upaya jangka panjang membangun sumber daya manusia.

Dorongan agar tata kelola lebih rapi

Cahyo Harjo Prakoso menilai pergantian pimpinan di BGN tidak bisa dipandang sebagai sekadar rotasi jabatan. Legislator Jawa Timur itu melihatnya sebagai bagian dari evaluasi agar pelaksanaan MBG semakin efektif dan memberi manfaat maksimal.

Sebagai anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Cahyo menempatkan MBG sebagai program strategis. Menurut dia, program itu diharapkan benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola agar pelaksanaan MBG semakin kuat. Karena itu, evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat ia nilai sebagai langkah yang memperlihatkan keseriusan menjaga mutu program prioritas nasional tersebut.

Respons atas perhatian publik

Menurut Cahyo, pemerintah perlu tanggap terhadap masukan masyarakat karena MBG mendapat sorotan luas. Respons seperti itu penting agar arah kebijakan tetap berada di jalur yang tepat dan tidak menjauh dari tujuan awal program.

Ia memandang perubahan di tubuh BGN sebagai bentuk komitmen agar program tetap sejalan dengan target utamanya. Fokus utama yang ia garisbawahi adalah peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia sebagai bagian dari manfaat yang diharapkan dari MBG.

Cahyo juga menyatakan dukungan terhadap langkah perbaikan yang ditempuh pemerintah pusat maupun jajaran pimpinan BGN yang baru. Dukungan itu, menurut dia, dibutuhkan supaya penyempurnaan program tidak berhenti di tingkat kebijakan.

Sinergi pusat dan daerah jadi kunci

Selain evaluasi internal, Cahyo mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat, BGN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai kerja bersama dibutuhkan agar kualitas pelaksanaan tetap terjaga sekaligus memastikan program berlanjut secara konsisten.

Dalam pandangannya, MBG merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Program ini juga menjadi wujud kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia dan menyiapkan kekuatan bangsa di masa depan.

Di tengah perhatian itu, struktur pimpinan BGN memang ikut berubah. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru menggantikan Dadan Hindayana.

Presiden juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. Keduanya menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya dalam susunan pimpinan lembaga tersebut.

Perubahan di level pimpinan membuat perhatian terhadap pelaksanaan MBG semakin besar. Evaluasi, penguatan tata kelola, dan koordinasi antarlembaga kini menjadi titik penting agar program itu benar-benar memberi hasil sesuai tujuan awalnya.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button