Bersin Pada Kucing Tak Selalu Ringan, Ini 6 Tanda Tubuhnya Sedang Bermasalah

Bersin yang muncul terus-menerus pada kucing tidak selalu berarti kondisi darurat. Namun, jika keluhan itu datang bersama cairan dari hidung, mata berair, atau tubuh yang terlihat lemas, pemeriksaan perlu segera dipertimbangkan.

Pada banyak kasus, bersin yang berulang menjadi tanda awal bahwa ada gangguan di saluran pernapasan bagian atas. Mekanisme bersin sebenarnya normal karena tubuh berusaha mengeluarkan iritan dari hidung, tetapi frekuensi yang meningkat patut diperhatikan.

Salah satu pemicu yang paling sering adalah infeksi virus saluran pernapasan bagian atas. Herpesvirus kucing termasuk yang kerap ditemukan, dengan gejala berupa bersin, cairan hidung, dan keluarnya cairan dari mata.

Virus ini juga dapat berkaitan dengan stres. Tidak jarang kucing terlihat membaik untuk sementara, lalu sakit lagi saat menghadapi situasi yang memicu stres.

Selain virus, infeksi bakteri juga sering ikut terlibat dalam gangguan pernapasan bagian atas. Tanda yang kerap terlihat ialah kucing terus bersin disertai lendir atau kotoran hidung berwarna kuning.

Chlamydophila, Mycoplasma, dan Bordetella termasuk bakteri yang dapat memicu infeksi pada hidung. Pada banyak kasus, bakteri muncul sebagai penyebab sekunder atau faktor yang menyertai kondisi lain.

Penyebab lain yang perlu diingat

Iritasi dan peradangan pada hidung juga dapat membuat kucing bersin tanpa henti. Kondisi ini sering disebut rinitis kronis dan biasanya baru dipertimbangkan setelah penyebab lain disingkirkan.

Diagnosis rinitis kronis tidak mudah karena belum ada tes tunggal yang benar-benar cukup untuk memastikan kondisi tersebut. Biopsi hidung pun harus dilakukan di bawah anestesi.

Benda asing juga bisa menjadi pemicu ketika kucing sering mengendus rumput, karpet, atau benda di sekitarnya. Debu atau bulu halus dapat masuk ke hidung dan memicu bersin sebagai usaha tubuh mengeluarkannya.

Masalah muncul jika benda yang terhirup terlalu besar untuk keluar lewat bersin. Dalam kondisi seperti itu, dokter hewan dapat melakukan rinskopi dengan kamera yang dimasukkan ke hidung setelah kucing dibius, atau membersihkan saluran hidung menggunakan larutan garam steril di bawah anestesi.

Gangguan gigi pun tidak boleh diabaikan karena dampaknya bisa menjalar ke hidung. Akar gigi rahang atas letaknya dekat dengan saluran hidung, sehingga infeksi atau peradangan berat dapat menembus penghalang antara rongga gigi dan hidung.

Saat kucing makan, sisa makanan juga bisa masuk ke hidung dan memicu bersin. Karena itu, pengobatan gigi perlu mendapat perhatian agar gejala bersin ikut mereda.

Gejala yang sering menyertai

Alergi pada kucing paling sering terlihat di kulit, seperti gatal, kerontokan bulu, dan luka iritasi. Meski begitu, sebagian kucing juga dapat mengalami mata berair, batuk, bersin, dan napas berbunyi.

Kondisi itu dikenal sebagai rinitis alergi. Gejalanya bisa muncul musiman jika dipicu serbuk sari, atau berlangsung sepanjang tahun bila penyebabnya debu dan jamur di dalam ruangan.

Jika kucing hanya bersin sesekali tetapi tetap aktif, biasanya belum ada alasan kuat untuk panik. Sebaliknya, bersin yang terus berulang bersama lesu, ingus, mata berair, atau kotoran hidung yang jelas perlu dianggap sebagai sinyal bahwa tubuh kucing sedang bermasalah.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version