Baterai Mudah Diganti dan Ubuntu Touch, Volla Phone Plinius Tawarkan Jalan Lain di Kelas Menengah

Volla Phone Plinius menonjol karena tidak ikut arus ponsel modern yang makin tertutup. Di saat banyak perangkat dibuat sulit dibongkar dan diperbaiki, model ini justru membawa baterai yang bisa diganti serta pendekatan modular yang lebih ramah pengguna.

Keunikan itu membuat Plinius tampil bukan sekadar sebagai ponsel kelas menengah biasa. Volla juga membekalinya dengan pilihan sistem operasi yang jarang ditemui di pasar arus utama, sehingga perangkat ini punya karakter yang berbeda sejak awal.

Dua opsi sistem operasi yang tidak umum

Hal yang paling mencuri perhatian dari Volla Phone Plinius adalah keberadaan dua pilihan sistem operasi. Pengguna bisa memilih Volla OS berbasis Android atau Ubuntu Touch, dan opsi terakhir inilah yang membuat perangkat ini makin menonjol.

Kehadiran Ubuntu Touch memberi Plinius identitas yang berbeda di tengah pasar ponsel yang umumnya bergerak dalam ekosistem Android standar. Bagi pembeli yang ingin keluar dari pola biasa, pilihan ini menjadi salah satu nilai jual utama.

Desain modular dengan baterai yang bisa diganti

Selain sistem operasi, sektor desain juga menjadi pembeda penting. Volla merancang Plinius agar lebih mudah dimodifikasi dibanding banyak ponsel masa kini yang dibuat tertutup rapat.

Fokus utamanya ada pada baterai modular yang bisa diganti. Pada varian Plus, pendekatan modular ini dibuat lebih jauh lagi lewat panel belakang yang lebih kokoh dan kehadiran pogo pins, meski fungsi spesifik konektor tersebut tidak dijelaskan lebih lanjut.

Spesifikasi kelas menengah yang tetap kompetitif

Dari sisi layar, Plinius membawa panel OLED 6,67 inci dengan resolusi 2.400 x 1.080 piksel. Layarnya juga mendukung refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan 1.000 nits, dan sensor sidik jari yang sudah terintegrasi di dalam panel.

Untuk dapur pacu, Volla menggunakan MediaTek Dimensity 7300. Kombinasi ini dipasangkan dengan konfigurasi memori yang berbeda pada masing-masing model, sehingga perangkat tetap berada di jalur kelas menengah yang solid untuk kebutuhan harian.

Dua varian, dua konfigurasi memori

Volla Phone Plinius tersedia dalam dua model. Varian standar hadir dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB, dengan harga €598.

Sementara itu, Plinius Plus diposisikan lebih tinggi. Model ini dijual €698, membawa RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, serta dijadwalkan meluncur pada Juni 2026.

ModelRAMPenyimpananHargaKeterangan
Plinius8 GB128 GB€598Sudah bisa dipesan
Plinius Plus12 GB256 GB€698Meluncur Juni 2026

Kamera sederhana untuk kebutuhan umum

Di bagian belakang, Plinius memakai kamera utama 64 MP dengan aperture f/1.79. Kamera itu ditemani kamera ultra-wide 8 MP dengan aperture f/2.2.

Susunan kamera tersebut tidak diarahkan untuk mengejar ambisi fotografi tinggi. Namun, konfigurasi ini tetap cukup untuk kebutuhan pemotretan umum, apalagi jika dipadukan dengan layar OLED yang mendukung pengalaman visual yang baik.

Identitas Made in Germany dan distribusi terbatas

Volla juga menonjolkan label “Made in Germany” sebagai bagian dari identitas Plinius. Meski komponen perangkat kemungkinan besar tetap berasal dari impor, penekanan utama ada pada perakitan atau produksi resmi di Jerman.

Saat ini, pengiriman perangkat masih dibatasi untuk wilayah Eropa dan Inggris. Batas distribusi itu membuat Plinius belum bisa dijangkau secara luas oleh konsumen di luar kawasan tersebut.

Dengan kombinasi baterai yang bisa diganti, desain modular, dua pilihan sistem operasi, dan identitas produksi Jerman, Volla Phone Plinius hadir sebagai alternatif yang berbeda di kelas menengah. Perangkat ini jelas menyasar pengguna yang mencari ponsel fungsional, tetapi tidak ingin terjebak pada pola perangkat yang seragam.

Source: www.notebookcheck.net

Baca Juga

Back to top button