Bangkit Setelah Ditekan Decho, Rustam Yunusov Kian Mendekati Panggung Utama ONE

Rustam Yunusov kembali menegaskan bahwa namanya layak dipantau di panggung ONE Championship. Petarung muay thai asal Rusia berusia 19 tahun itu kini sudah membukukan 17 kemenangan tanpa kekalahan setelah menaklukkan Decho Mavinn Muaythai.

Hasil tersebut ia raih pada partai utama One Friday Fights 155 di Lumpinee Stadium, Bangkok. Kemenangan itu datang lewat keputusan mutlak, meski Yunusov sempat kesulitan pada fase awal pertarungan.

Decho langsung memulai duel dengan agresif sejak ronde pertama. Tekanan itu membuat Yunusov belum bisa leluasa mengatur ritme, terutama saat lawannya memaksakan serangan lutut dan permainan clinch.

Dua ronde awal berjalan berat bagi petarung berjuluk Tomahawk tersebut. Situasi berubah ketika ronde ketiga dimulai, saat Yunusov mulai lebih nyaman membaca tempo lawan dan mengambil alih jalannya pertandingan.

Pada ronde penentuan itu, Yunusov tampil lebih efektif dengan kombinasi pukulan dan siku yang tajam. Perubahan gaya bertarung itu membalikkan momentum dan membuat para juri akhirnya menjatuhkan kemenangan mutlak untuk dirinya.

Tambahan kemenangan ini juga memperpanjang catatan positif Yunusov di ONE Championship menjadi delapan kemenangan beruntun sejak debut pada Maret 2024. Saat pertama kali tampil di ajang itu, ia masih berusia 17 tahun dan langsung memperlihatkan potensi yang menonjol.

Latar belakang Yunusov turut menambah perhatian terhadap perkembangannya. Ia diketahui merupakan petarung didikan juara dunia ONE Championship, Anatoly Malykhin, yang menjadi fondasi penting dalam perkembangan tekniknya.

Meski rekor Yunusov terus sempurna dan sorot publik makin besar, statusnya belum sepenuhnya naik ke level tertinggi. Ia belum menerima kontrak utama ONE Championship yang nilainya disebut sekitar Rp 1,7 miliar.

Kondisi itu membuat perjalanan Yunusov masih berada dalam fase pembuktian. Namun, usia yang sangat muda, performa yang stabil, dan kemampuan membalikkan tekanan membuatnya terus masuk dalam radar sebagai salah satu calon besar masa depan ONE Championship.

Setelah laga melawan Decho, Yunusov menunjukkan sikap yang tenang saat membahas langkah berikutnya. Ia menegaskan fokus utamanya adalah terus tampil baik dan menghadirkan tontonan menarik bagi penonton.

Dengan rekor sempurna yang masih terjaga, perkembangan yang konsisten, dan kemampuan bertahan di bawah tekanan, Yunusov semakin dekat ke level yang lebih besar. Jika tren ini berlanjut, pintu menuju perebutan gelar juara dunia akan semakin terbuka bagi petarung muda yang belum tersentuh kekalahan itu.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version