Kemenangan besar Persebaya Surabaya atas Arema FC meninggalkan cerita yang jauh berbeda dari jalannya babak pertama. Setelah sempat kesulitan mencipta ruang, Bajul Ijo justru tampil lebih efisien dan menutup Derby Jatim dengan skor meyakinkan 4-0 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar.
Hasil ini bukan hanya memberi tiga poin penting bagi Persebaya, tetapi juga mengubah peta klasemen. Persebaya naik ke posisi 4 dengan 48 poin, sedangkan Arema tertahan di peringkat 11 dengan 39 poin.
Arema lebih dulu menekan, tetapi belum cukup tajam
Pada awal laga, Arema terlihat lebih aktif menguasai permainan dan mencoba memegang kendali. Gustavo Franca sempat melepas tembakan jarak jauh pada menit ke-4, namun bola masih melenceng dari gawang Andhika Ramadhani.
Persebaya merespons dengan disiplin di lini belakang dan membuat serangan lawan tidak berkembang. Francisco Rivera juga sempat mengancam pada menit ke-5, tetapi upayanya belum mengarah tepat ke sasaran.
Selama sekitar 20 menit pertama, duel berlangsung ketat dan minim peluang bersih. Arema lebih sering memegang bola, tetapi pertahanan Persebaya mampu menutup ruang dan meredam pergerakan Dalberto serta Betinho.
Dalberto kembali mencoba peruntungannya pada menit ke-23 lewat sepakan terarah, tetapi bola berhasil diblok. Sementara itu, sundulan Betinho dari situasi bola mati juga belum menghasilkan gol, sehingga babak pertama berakhir tanpa keunggulan bagi kedua tim.
Babak kedua jadi titik balik Persebaya
Situasi pertandingan berubah setelah turun minum. Persebaya tampil lebih agresif, aliran bola mereka lebih rapi, dan Arema mulai kesulitan membangun serangan dari lini tengah maupun depan.
Tekanan itu berbuah gol pada menit ke-50 melalui Francisco Rivera. Ia menyelesaikan umpan Mihailo Perovic dan membuka jalan bagi Persebaya untuk mengambil alih penuh kendali pertandingan.
Gol tersebut membuat permainan Persebaya semakin hidup. Bernardo Tavares lalu melakukan rotasi pemain untuk menjaga intensitas tim, dan pergantian itu ikut membantu tim tetap menekan Arema hingga menit-menit akhir.
Peluang gagal, gol tetap datang
Persebaya sebenarnya sempat memiliki kesempatan menambah keunggulan dari titik penalti pada menit ke-76. Bruno Moreira menjadi eksekutor, tetapi bola tidak masuk ke gawang dan justru memunculkan bola muntah.
Jefferson yang berada di posisi tepat langsung menyambar peluang itu untuk menambah gol kedua Persebaya. Skor 2-0 membuat Arema semakin berat mengejar ritme permainan lawan.
Enam menit berselang, Rivera kembali jadi pembeda. Kali ini ia menerima assist dari Mikael Tata dan mencetak gol keduanya dalam laga tersebut untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Arema sempat berupaya merespons, tetapi tekanan Persebaya tidak mengendur. Aliran bola tim tamu tetap berjalan efektif dan membuat Arema terus bertahan lebih dalam.
Mikael Tata lengkapi pesta gol
Menjelang akhir pertandingan, Persebaya menambah satu gol lagi melalui Mikael Tata pada menit ke-86. Kali ini ia memanfaatkan umpan Francisco Rivera untuk menyempurnakan dominasi timnya.
Arema baru melakukan pergantian pemain pada masa injury time, ketika laga hampir berakhir. Hingga peluit panjang berbunyi pada menit ke-90+7, mereka tidak mampu mencetak gol balasan.
Persebaya pun menutup laga dengan kemenangan telak 4-0, setelah sempat kesulitan di babak pertama lalu berubah jauh lebih efektif usai jeda. Derby Jatim kali ini menjadi milik Persebaya, dengan Rivera, Jefferson, dan Mikael Tata sama-sama memberi kontribusi penting dalam pesta gol di Gianyar.
Source: bola.bisnis.com




