Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 langsung menempatkan Timnas Indonesia U-20 pada situasi yang menuntut ketelitian sejak laga pertama. Garuda Muda berada di Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos, sehingga setiap pertandingan akan punya bobot besar dalam perebutan tiket ke putaran final di Tiongkok.
Komposisi grup ini membuat Indonesia harus siap menghadapi tekanan dari berbagai arah. Australia datang sebagai lawan paling menonjol karena status mereka sebagai juara bertahan, sedangkan Malaysia membawa tensi rivalitas Asia Tenggara yang biasanya berjalan ketat.
Laos juga tidak bisa dipandang ringan karena berstatus sebagai tuan rumah grup. Bermain di depan pendukung sendiri bisa memberi dorongan tambahan, sehingga Grup H langsung masuk daftar grup yang paling menarik untuk dipantau.
Dengan format kualifikasi yang ketat, Indonesia tidak punya banyak ruang untuk terpeleset. Nova Arianto dan skuadnya dituntut menjaga konsistensi dari awal agar peluang lolos tetap terbuka di tengah persaingan yang padat.
AFC menjadwalkan kualifikasi ini berlangsung pada 25 Agustus hingga 6 September 2026. Sebanyak 32 tim dibagi ke dalam delapan grup utama, dari Grup A sampai Grup H, sebelum perebutan tempat menuju putaran final.
Jalur ke Tiongkok juga tidak terbuka lebar. Hanya delapan juara grup dan tujuh runner-up terbaik yang berhak melaju, sehingga Indonesia bukan hanya perlu mengejar posisi pertama, tetapi juga harus menjaga peluang lewat jalur peringkat dua terbaik.
Itulah sebabnya setiap poin di fase grup akan sangat menentukan. Dalam format seperti ini, selisih kecil bisa mengubah nasib sebuah tim pada akhir kualifikasi, termasuk bagi Garuda Muda yang berada di grup berat.
Pembagian grup lain memperlihatkan bahwa persaingan berlangsung merata di seluruh jalur kualifikasi. AFC menempatkan tim-tim kuat Asia di grup yang berbeda, namun hampir semua grup tetap diisi komposisi yang kompetitif.
Grup A berisi Korea Selatan, Kirgistan, Filipina, dan Libanon. Grup B diisi Uzbekistan, Suriah, India, dan Bangladesh, sementara Grup C mempertemukan Iran, Vietnam, Korea Utara, dan Palestina.
Di Grup D ada Yordania, Tajikistan, Bahrain, dan Afghanistan. Grup E dihuni Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Hong Kong, sedangkan Grup F mempertemukan Irak, Thailand, UEA, dan Turkmenistan.
Grup G diisi Jepang, Yaman, Kamboja, dan Kuwait. Grup H menjadi milik Australia, Indonesia, Malaysia, dan Laos, dengan tanda tuan rumah grup melekat pada salah satu peserta di tiap grup sesuai pembagian AFC.
Di tengah tantangan undian itu, persiapan Indonesia tetap bergerak melalui pemusatan latihan. Nova Arianto kembali memegang peran penting setelah sukses membawa Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025.
Sebelum turun di kualifikasi Asia, Garuda Muda lebih dulu tampil di ASEAN U19 Boys’ Championship 2026 di Medan, Sumatra Utara, pada 1-13 Juni. Turnamen itu menjadi ajang uji awal untuk mengukur kesiapan tim dan mencoba komposisi terbaik sebelum menghadapi lawan yang lebih berat.
Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan di Asia Tenggara, Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Timor Leste, dan Myanmar. Mereka dijadwalkan menghadapi Myanmar pada Senin, 1 Juni, Timor Leste pada Kamis, 4 Juni, dan Vietnam pada Minggu, 7 Juni.
Rangkaian laga regional itu memberi ruang evaluasi yang penting bagi staf pelatih. Hasil dan performa di sana akan menjadi bahan baca awal sebelum Garuda Muda berhadapan dengan Australia dan Malaysia dalam perebutan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027.
Source: mediaindonesia.com