Asing Cabut Rp1,19 Triliun, IHSG Tetap Bertahan Di Zona Hijau

Aksi beli di satu saham justru menjadi penanda paling menarik dari perdagangan yang berlangsung ketika investor asing ramai-ramai keluar. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk atau AADI mencatat beli bersih asing Rp54,42 miliar, dan sahamnya ikut menguat 3,67 persen ke level Rp11.300 per saham.

Pergerakan itu muncul di tengah kondisi yang kontras, karena investor asing secara keseluruhan justru membukukan jual bersih Rp1,19 triliun di seluruh pasar. Di saat tekanan jual besar masih membayangi, Indeks Harga Saham Gabungan tetap mampu naik 28,83 poin atau 0,41 persen ke level 7.101.

Arus keluar asing belum menekan seluruh pasar

Data perdagangan menunjukkan bahwa pelepasan dana asing tidak terkonsentrasi di satu dua emiten kecil, melainkan menyebar ke sejumlah saham besar. Pola ini membuat pasar berada dalam tekanan yang lebih luas, meski indeks utama tetap bertahan di zona hijau.

Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi sasaran paling terlihat dari aksi jual tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai daya tahan IHSG, karena penguatan indeks terjadi saat dana asing justru banyak ditarik keluar dari pasar.

Bank besar masih jadi target utama

Di antara saham yang paling banyak dijual asing, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menempati posisi teratas dengan net sell Rp443,79 miliar. Saham bank ini ditutup stagnan di level Rp4.430 per lembar, sehingga tekanan jual belum diikuti penguatan harga.

Dua bank besar lain juga masuk daftar pelepasan terbesar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell Rp307,72 miliar, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI dilepas asing senilai Rp69,64 miliar.

Dominasi sektor perbankan dalam daftar jual menunjukkan bahwa investor global masih berhati-hati pada saham-saham utama di sektor ini. Meski begitu, pasar belum sepenuhnya tertekan karena indeks secara keseluruhan masih mampu menjaga arah positif.

Tambang dan emiten besar lain ikut terkena tekanan

Tekanan asing tidak berhenti di sektor keuangan. PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM juga masuk daftar jual dengan net sell Rp67,76 miliar, disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp48,5 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp32,64 miliar.

PT Astra International Tbk atau ASII turut terkena aksi pelepasan asing dengan nilai Rp27,49 miliar. Selain itu, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga berada dalam 10 besar saham yang paling banyak dijual asing.

Rangkaian transaksi itu memperlihatkan bahwa pengurangan eksposur asing terjadi di beberapa sektor sekaligus. Dengan kata lain, tekanan yang muncul bukan hanya berasal dari satu kelompok emiten tertentu, melainkan dari distribusi jual yang lebih luas.

Masih ada saham yang dicari asing

Di sisi lain, minat beli asing belum hilang sepenuhnya. AADI menjadi saham dengan net buy terbesar di tengah dominasi penjualan, dan aliran dana tersebut memberi dukungan nyata pada pergerakan harga sahamnya.

Penguatan 3,67 persen pada AADI memperlihatkan bahwa investor asing masih selektif dalam menempatkan dana. Mereka tampak mengurangi posisi di sejumlah saham besar, tetapi tetap masuk ke saham tertentu yang dinilai menarik pada saat yang sama.

Perbedaan arah transaksi antara AADI dan saham-saham bank besar memberi gambaran bahwa pergerakan asing tidak seragam. Ada penjualan di banyak emiten utama, tetapi ada pula saham yang justru menerima aliran dana baru.

IHSG masih tahan, tapi pembacaan pasar perlu hati-hati

Naiknya IHSG ke level 7.101 di tengah jual bersih asing Rp1,19 triliun menunjukkan bahwa pasar domestik masih punya kemampuan menyerap tekanan. Namun, kekuatan itu belum merata karena beban terbesar datang dari saham-saham yang bobotnya besar di indeks.

Karena itu, penguatan indeks lebih tepat dibaca sebagai ketahanan yang masih terjaga, bukan sebagai sinyal bahwa tekanan asing sudah benar-benar mereda. Selama jual bersih masih besar di bank besar dan sejumlah emiten utama, ruang gerak IHSG tetap akan dipengaruhi oleh arus dana asing.

Meski demikian, keberadaan saham seperti AADI yang mencatat beli bersih asing memberi warna berbeda dalam perdagangan. Selama minat beli selektif masih muncul di tengah arus keluar yang besar, IHSG masih memiliki peluang untuk bertahan di area positif.

Baca Juga

Back to top button