AS Batasi Pelancong Dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan Karena Ancaman Ebola

Pembatasan perjalanan dari Amerika Serikat kini menjadi sorotan setelah pemerintah memperketat pintu masuk bagi warga negara asing yang baru berada di Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan. Langkah ini muncul ketika perhatian global kembali tertuju pada Ebola, penyakit yang memicu kekhawatiran baru di tengah status darurat di wilayah terdampak.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS atau CDC menyampaikan kebijakan tersebut secara resmi. Aturan ini ditujukan kepada pelancong yang berada di tiga negara itu dalam 21 hari sebelum tiba di Amerika.

Penangguhan masuk berlaku selama 30 hari dan akan dievaluasi lagi setelah masa itu selesai. Pemerintah AS kemudian akan menentukan apakah kebijakan itu tetap dijalankan atau dicabut.

Meski pembatasan diberlakukan, langkah ini tidak menutup seluruh akses masuk ke Amerika Serikat. Warga negara AS dan pemegang kartu hijau tetap diizinkan masuk, tetapi mereka tidak langsung bebas dari pemeriksaan.

Mereka yang masih diperbolehkan masuk akan menjalani penyaringan yang lebih ketat saat tiba di wilayah Amerika. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga meminta agar mereka diarahkan ke Bandara Internasional Washington-Dulles sebagai bagian dari pengawasan tambahan.

Pengaturan itu menunjukkan bahwa otoritas AS memilih memperketat pemeriksaan alih-alih menutup total jalur masuk. Fokus utamanya adalah menekan risiko penyebaran virus dari wilayah yang sedang menghadapi wabah.

Kebijakan ini tidak lepas dari situasi di Afrika yang kini menjadi perhatian lembaga kesehatan dunia. WHO menyatakan wabah Ebola di Kongo dan Uganda berada dalam status darurat, sekaligus menilai situasi tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi negara lain.

Di Kongo, data terbaru dari otoritas setempat mencatat 131 kematian akibat virus tersebut. Sebelumnya, wabah Ebola di Kongo sempat dinyatakan berakhir pada Oktober 2025, tetapi perkembangan terbaru membuat perhatian internasional kembali mengarah ke penyebaran penyakit itu.

Kondisi tersebut mendorong respons cepat dari otoritas kesehatan dan keamanan di Amerika Serikat. Pemeriksaan yang lebih ketat terhadap pelancong dari wilayah terdampak kini menjadi bagian dari upaya mencegah masuknya Ebola ke Amerika.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button