Tekanan jual di pasar kripto kembali terasa luas, dan kali ini bukan hanya Bitcoin yang ikut terpukul. Sejumlah aset besar maupun altcoin yang baru sempat reli sama-sama bergeser ke arah koreksi, menandakan selera risiko pelaku pasar sedang melemah.
Bitcoin turun sekitar 6% ke $62.600 saat pasar bergerak serempak ke zona merah. Di saat yang sama, Ethereum melemah 6% ke $1.750, Solana turun 9% ke $68,40, dan Hyperliquid terkoreksi 9% ke $65,70.
Altcoin yang baru reli ikut kehilangan tenaga
Pelemahan paling terasa muncul pada token-token yang sebelumnya baru mencetak kenaikan tajam. ZEC merosot 12%, NEAR jatuh 18%, dan VVV turun 12% meski ketiganya baru menyentuh level lokal tertinggi pada hari sebelumnya.
Hyperliquid juga sempat naik hingga $75 sebelum tekanan jual masuk dan membalikkan arah pergerakan. Kondisi ini menghapus sebagian optimisme jangka pendek yang sempat menopang pasar di tengah reli altcoin.
Arthur Hayes ikut menambah nada negatif setelah mengatakan bahwa ia menjual seluruh posisi HYPE dan NEAR. Ia menilai puncak pasar makro sudah dekat atau sedang terbentuk, dengan menyorot harga energi yang lebih tinggi, tiga IPO AI yang akan datang, serta ekspektasi pivot mengejutkan dari Trump soal AI.
ETF Bitcoin terus menambah tekanan
Di sisi lain, tekanan terhadap Bitcoin juga datang dari aliran dana institusional. ETF Bitcoin mencatat 11 hari outflow berturut-turut, dengan total $1,4 miliar hanya pada pekan ini.
Arus keluar yang berlanjut membuat pasar makin sensitif terhadap level teknikal terdekat. Titik dasar lokal berada di $60.000, level yang sempat tersentuh singkat pada Feb. 5, dan kegagalan mempertahankan area itu dapat memicu tekanan lanjutan.
Komentar soal Michael Saylor dan Treasury Strategy juga kembali mencuat karena STRC kini diperdagangkan $5 di bawah par. Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin disebut bergerak cepat menuju cycle lows.
Langkah korporasi tetap mencari ruang
Saat pasar kripto melemah, Bitmine justru bergerak ke pendanaan baru lewat penawaran 3 juta saham Series A Perpetual Preferred Stock dengan nilai nominal $100. Target dananya mencapai $300 juta dengan dividen tahunan 9,5%, dan saham itu akan tercatat di NYSE dengan ticker BMNP.
Struktur ini disebut meniru langkah Strategy lewat STRC, sehingga Tom Lee memakai pendekatan preferred stock untuk treasury Ethereum miliknya. Meski begitu, STRC sendiri sedang menghadapi tekanan likuiditas setelah cadangan kas Strategy turun menjadi $871 juta di hadapan kewajiban tahunan $1,7 miliar.
Bitmine masih berada pada posisi yang berbeda karena memegang 5,42 juta ETH, atau 4,5% dari suplai beredar Ethereum. Aset itu menghasilkan lebih dari $300 juta per tahun lewat staking dari validator MAVAN, sehingga pembayaran dividen bisa ditopang dari pendapatan staking tanpa menyentuh pokok aset.
Namun, harga ETH yang berada di bawah $1.828 membuat Bitmine masih mencatat estimasi kerugian sekitar $9 miliar dari harga akumulasi rata-ratanya. Tambahan dorongan beli senilai $300 juta juga dinilai terlalu kecil untuk banyak mengubah tekanan itu.
Tekanan pasar merembet ke aset digital lain
Pelemahan pasar juga menyentuh NFT. Punks turun 1% ke 30,8 ETH, BAYC turun 4% ke 7,78 ETH, Pudgy turun 1% ke 4,07 ETH, dan Hypurr turun 4% ke 287 HYPE.
Di sisi lain, CDBs dan DEL justru memimpin kenaikan di segmen tersebut. Pergerakan yang bercampur ini menunjukkan bahwa meski pasar utama sedang tertekan, rotasi minat masih muncul di beberapa sudut kecil ekosistem.
Risiko di luar pasar kripto ikut naik
Di luar harga aset, ancaman scam kripto juga meningkat menjelang Piala Dunia 2026. FBI, LASD, dan Malwarebytes sama-sama mengeluarkan peringatan karena skema yang menyasar penggemar sepak bola dinilai makin canggih dan makin sarat kripto dibanding turnamen sebelumnya.
Malwarebytes menemukan situs yang memasarkan token sebagai “the official community token celebrating the FIFA World Cup 2026,” lengkap dengan suplai 7 miliar token dan penghitung peserta pada angka simbolis 48. Bitdefender Labs juga menemukan lebih dari 55 kampanye scam bertema sepak bola yang aktif melalui toko online palsu, iklan media sosial berbahaya, pembajakan IPTV, dan giveaway bertema FIFA.
Di tengah kombinasi arus keluar ETF, koreksi altcoin, dan sentimen risk-off, pasar kripto masih berada dalam fase yang rentan. Selama tekanan itu belum mereda, level-level terdekat pada Bitcoin dan aset besar lain kemungkinan tetap menjadi pusat perhatian pelaku pasar.