Linux Lite 8.0 Makin Mudah Dikelola, Calamares Dan Kernel Manager Beri Langkah Baru

Linux Lite 8.0 langsung menunjukkan ambisinya untuk menjadi distro yang lebih praktis tanpa kehilangan karakter ringannya. Fokus utamanya bukan sekadar penyegaran tampilan, melainkan penyederhanaan alur pakai dari proses instalasi sampai pengelolaan sistem harian.

Langkah paling terasa ada pada perpindahan ke Calamares sebagai installer baru. Dengan perubahan ini, Linux Lite meninggalkan Ubiquity dan menghadirkan proses pemasangan yang lebih modern, sekaligus tetap menjaga citranya sebagai distro yang ramah bagi pengguna baru.

Di balik itu, Linux Lite 8.0 juga tetap setia pada fondasi yang sudah lama menjadi ciri khasnya. Xfce dan LightDM masih dipertahankan, sehingga pengguna tetap mendapatkan desktop yang ringan, sederhana, dan nyaman dipakai.

Pembaruan juga menyentuh perangkat lunak inti yang langsung dipakai sehari-hari. Firefox kembali menjadi peramban bawaan, Python naik ke versi 3.14.4+, dan Btop kini menggantikan Htop sebagai pemantau sistem.

Pada sisi pengelolaan aplikasi, Lite Software yang diperluas mengambil alih peran Synaptic Package Manager. Perubahan ini membuat manajemen aplikasi tetap terasa sederhana, tanpa memaksa pengguna keluar dari alur penggunaan yang sudah dibuat familier.

Linux Lite 8.0 juga merapikan lapisan visual aplikasi grafisnya. Semua aplikasi GUI kini dipindahkan dari GTK3 dan WebKit2 ke GTK4, sehingga tampilannya menjadi lebih seragam di seluruh desktop.

Perangkat sistem yang lebih lengkap

Selain aplikasi inti, rilis ini membawa sejumlah alat baru untuk pengaturan sistem. Paket tersebut mencakup Linux Lite Advanced Performance Kernels, MyAI, serta berbagai komponen “Lite” seperti About, Core, Distro Builder, Driver Manager, Game Center, Kernel Manager, Menu Sorter, Series Upgrade, Share Folder, Software Sources, Terminal, Time and Date, dan Update Tray.

Kernel Manager menjadi salah satu tambahan yang paling menonjol. Lewat alat ini, pengguna bisa memilih varian Desktop atau Gaming, dan di dalamnya juga tersedia modul benchmarking.

Kehadiran opsi tersebut memberi ruang lebih luas bagi pengguna yang ingin menyesuaikan performa sesuai kebutuhan. Arah ini menunjukkan bahwa Linux Lite 8.0 tidak hanya mengejar kemudahan pakai, tetapi juga memberi kontrol yang lebih fleksibel atas konfigurasi kernel.

Dukungan bahasa dan kompatibilitas ikut diperluas

Dari sisi penggunaan lintas bahasa, Linux Lite 8.0 membawa peningkatan yang cukup jelas. Semua aplikasi kustom sudah diterjemahkan ke setidaknya 22 bahasa, sementara desktopnya tersedia dalam 23 bahasa.

Dukungan file juga mendapat tambahan penting karena JPEG-XL kini bisa digunakan langsung tanpa pengaturan tambahan. Di saat yang sama, Linux Lite 8.0 tidak lagi terdampak masalah Dirty Frag, yang menambah rasa aman untuk penggunaan harian.

Ukuran ISO rilis ini tercatat 2,36 GB dan tersedia dari halaman resmi, termasuk melalui opsi Torrent. Kebutuhan sistemnya tetap ringan dengan prosesor dual-core 1,5 GHz, RAM 4 GB, penyimpanan 40 GB, dan layar beresolusi 1.366 x 768 piksel.

Dengan kombinasi installer baru, pembaruan aplikasi inti, alat kernel yang lebih fleksibel, dan dukungan bahasa yang lebih luas, Linux Lite 8.0 mempertegas posisinya sebagai distro ringan yang makin siap dipakai untuk kebutuhan harian. Bagi pengguna yang mencari sistem sederhana tetapi tetap punya ruang penyesuaian teknis, pembaruan ini menawarkan paket yang jauh lebih matang.

Source: www.notebookcheck.net
Exit mobile version