Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa masih dipandang punya ruang untuk bergerak lebih tinggi setelah dukungan kuat dari aliran dana asing. Fokus pasar kini tertuju pada area 8.332 hingga 8.354, seiring net buy asing sebesar Rp1,23 triliun pada penutupan perdagangan sebelumnya yang memperlihatkan minat investor luar negeri masih tersimpan di pasar saham domestik.
Dorongan itu terutama datang dari saham-saham bank besar yang kembali menjadi tujuan utama pembelian. Di tengah seleksi yang semakin ketat, emiten perbankan berkapitalisasi besar tetap dianggap paling menarik karena likuid dan punya pengaruh besar terhadap arah indeks.
Bank besar masih memimpin minat asing
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan arus beli bersih asing paling banyak mengalir ke sektor keuangan, khususnya perbankan. Pola ini menegaskan bahwa saham bank masih menjadi pilihan utama ketika pasar mencari penggerak indeks dengan bobot besar.
Konsentrasi pembelian pada saham-saham unggulan membuat tekanan terhadap IHSG relatif terjaga. Selama modal asing tetap berpihak pada emiten berkapitalisasi jumbo, pasar cenderung memiliki penyangga yang cukup kuat untuk menahan pelemahan lebih dalam.
Sektor lain ikut naik, tetapi belum sekuat perbankan
Selain perbankan, sektor transportasi dan energi juga sempat bergerak positif. Namun laju keduanya masih belum seagresif perbankan dalam menopang indeks secara keseluruhan.
Di sisi lain, sektor teknologi dan kesehatan bergerak lebih lambat. Perbedaan kinerja antarsektor ini menunjukkan investor masih berhati-hati dan lebih memilih saham yang dinilai defensif serta memiliki likuiditas tinggi.
Rentang teknikal yang perlu diperhatikan
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam area support 8.181 hingga 8.270. Sementara itu, resistance berada di kisaran 8.350 sampai 8.390 dan menjadi batas atas yang perlu dilewati agar penguatan tetap berlanjut.
Dalam konteks pasar, support berfungsi sebagai area penahan saat indeks melemah. Resistance menjadi area yang sering menahan laju kenaikan, sehingga keduanya penting untuk membaca peluang pergerakan jangka pendek.
Jika IHSG mampu bertahan di atas support lalu menembus resistance, ruang penguatan bisa terbuka lebih luas. Sebaliknya, jika momentum melemah, indeks berpotensi kembali bergerak terbatas di area konsolidasi.
Makro domestik memberi bantalan tambahan
Di luar faktor teknikal, kondisi makro Indonesia yang relatif stabil juga ikut menjaga sentimen pasar. Inflasi yang disebut rendah dalam beberapa periode terakhir memberi ruang bagi pelaku pasar untuk tetap melihat prospek domestik secara lebih tenang.
Situasi ini membantu membentuk persepsi bahwa lingkungan kebijakan masih mendukung stabilitas emiten dan daya beli masyarakat. Saat pasar global bergerak cepat dan cenderung fluktuatif, stabilitas domestik seperti ini menjadi bantalan yang ikut menjaga minat terhadap saham-saham besar.
Likuiditas pasar masih terjaga
Aktivitas transaksi juga menunjukkan pasar masih cukup hidup. Hingga pembukaan sesi pagi, nilai transaksi harian diperkirakan berada di kisaran Rp9 triliun hingga Rp10 triliun, yang menandakan minat terhadap aset berisiko belum surut.
Kondisi tersebut membuat IHSG masih memiliki peluang mempertahankan tren positif selama sentimen pada emiten berkapitalisasi besar tetap kuat. Pelaku pasar juga perlu terus mencermati arah bursa regional seperti Nikkei dan Shanghai karena pergerakannya kerap memberi pengaruh awal bagi perdagangan di Indonesia.
Dengan dukungan net buy asing yang besar, dominasi saham bank besar, serta sentimen domestik yang relatif stabil, IHSG masih berada dalam posisi yang cukup menarik untuk diuji ke area 8.332 hingga 8.354 pada perdagangan hari ini.





